Hujan di Cikarang belum sepenuhnya berhenti, setelah memakaijas hujan akhirnya berangkat pada pukul 20.00 (19/03/2013) dengan bishop (namamotor saya) menuju Cirebon. Untuk sebagian penghobi travelling dengan sepedamotor mungkin akan menghindari ketika hujan turun, tapi bagi saya itu merupakankeasyikan tersendiri dan tidak menghalangi untuk tetap melaju diatas dua roda.

Cirebon adalah kota dimana om Agus berdomisili, beliau inisudah diketahui sebagai penggiat sepeda motor dengan aliran dirt bikenya,selanjutnya saya sebut kegiatan ini 'Pentur' seperti yang biasa om Agus sebut.Hampir setiap akhir pekan beliau ini melakukan kegiatan ini dengan motortrailnya. Keinginan untuk merasakan berkendara dengan motor trail dengan jaluryang tidak umum alias offroad membuat rasa penasaran saya, dengan alasantersebut , maka Cirebon menjadi tujuan bishop kali ini.

Memilih jalur pantura, dengan pertimbangan menyingkat waktu.Walaupun tetap bishop tidak bisa melaju kencang, karena hujan yang membuatkacamata minus saya buram. Semakinmalam, kendaraan-kendaraan besar menemani perjalanan kali ini. Hujanbenar-benar reda ketika memasuki Pamanukan. Sesampainya di Palimanan, berhentidi sebuah minimarket melihat posisi di GPS handphone sekalian memasukankoordinat posisi kediaman om Agus.


di depan minimarket daerah pantura

Walaupun sempat disasarkan oleh GPS ke komplek perumahanlain. Akhirnya jam 03.00 pagi sampedidepan rumah om Agus. Kira-kira masih ada waktu sekitar 2 jam untuk istirahatsebelum memulai nge-tril. Terbangun jam 5.30 di ruang tamu diatas sofa yangbisa berubah jadi tempat tidur yang nyaman, Om Agus sudah menyiapkan peralatanseperti jersey (kaos lengan panjang) dan tas gendong kecil yang akan dibawaselama pentur.

Jam 7 bertolak dari sini menuju daerah Majalengka untuk mengambil motor trail yang akan saya gunakan. Di tengah perjalanan,saya dikagetkan dengan rantai bishop yang putus. Segera menepi sementara omAgus yang sudah melaju di depan kembali untuk menghampiri untuk selanjutkan kebengkel terdekat untuk membeli sambungan rantai. Usai ini, perjalanandilanjutkan menuju rumah mas Rian yang biasa menemani om Agus ber-adventure.Tidak begitu jauh dari rumah mas Rian kami pun sampai di tempat mengambil motortril. Mas Didik pemilik motor trail ini, sekaligus memiliki bengkel motor,kebetulan motor mas Rian juga disini sehabis diservice.

Setelah menyerahkan uang sewa sebesar 300 ribu untuk dikendarai satu hari dengan bensin terisi penuh ditangki, harga yang sangatwajar, mengingat saya pernah tanya harga sewa motor dikawasan gunung Merapidihargai Rp 50.000,- untuk jarak tidak lebih dari 5 kilometer dan durasi sewa30 menit. Mencoba sebentar mengendarainya untuk sekedar pekenalan dengan motorini. Dan kami bertigapun meninggalkan tempat ini.

Ditengah perjalanan kami sudah ditunggu satu teman lagiuntuk mengikuti petualangan ini. Adalah mas Arif yang katanya baru pertama kaliikut ngetril dengan motornya yang baru pula. Menuju daerah Cikeusik, disana adaseorang yang gabung dengan kami lagi. Jadilah lima orang memasuki jalurCikeusik dengan mas Rian di posisi depan rombongan.

*foto hampir semua diambil dari danoleh kameranya om Agus, saya bawa kamera tapi susah menggunakannya karena glovebasah (kamera waterproof/antishock seperti punya om Agus, memang wajib dibawauntuk kegiatan pentur seperti ini)


here i go..


nyangkut


becek


ngos-ngosan

Dimulai dengan single track perjalananpun dimulai, ketikamelewati sungai yang disambut dengan tanjakan sensari berkendara dengan jenisinipun dimulai, dan saya mulai kewalahan, dengan menyangkutnya motor dan jatuh ditanjakan tersebut. Sambilmembantu membangunkan motor, mas Rian memberikan arahan gimana caramengendalikan motor ketika melewati jalan seperti ini.

Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang kali, jalan yangbecek sehabis hujan membuat menguras energi, beberapa kali berhenti untuksekedar menenggak air mineral yang dibawa untuk memulihkan tenaga. Trilnya omOm Agus juga sempat mengalami masalah ketika tidak bisa di hidupkan mesinnya,dan ternyata sumber masalahnya terletak dikabel sekitar kopling yangberubah/tidak normal sehabis jatuh.

Sebenarnya saya tidak menyangka akan melewati rute dengantantangannya untuk berkendara dengan jenis motor ini, tapi dengan keyakinan‘tantangan diberikanNya atas kemampuan’ hehe.. dan juga didampingi olehrider-rider yang sudah syaratpengalaman, membuat perjalanan ini serasa ‘nikmat’. Pukul 13.00 diakhiri dengantanjakan dengan variasi bebatuan kami pun keluar dari jalur Cikeusik ini. Dantiba di daerah Sindang, yang kemudian menuju tempat makan untuk menikmati menusate yang disajikan kemudian. Sungguh terasa nikmat makan siang selepas lelahmelewati jalur tadi.

Tidak lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Dan jugadatang 4 orang mengendarai tril berhenti didepan tempat kami isitirahat didepanwarung sate. Ternyata beliau-beliau ini akan bergabung dengan kami untukmelewati jalur selanjutnya. Sambil menunggu hujan agak reda, obrolan dan candatawa terjadi, tampak akrab antara mereka, karena memang sudah sering melakukankegiatan pentur bersama.


persiapan etape ke dua


besambung di trek jahanam *halaah....