Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_postbit.php on line 1033
Pentur Pertama
 photo Wall Timeline web forum_zpsokjmdfie.png
Results 1 to 10 of 10

Thread: Pentur Pertama

  1. #1

    Pentur Pertama

    Hujan di Cikarang belum sepenuhnya berhenti, setelah memakaijas hujan akhirnya berangkat pada pukul 20.00 (19/03/2013) dengan bishop (namamotor saya) menuju Cirebon. Untuk sebagian penghobi travelling dengan sepedamotor mungkin akan menghindari ketika hujan turun, tapi bagi saya itu merupakankeasyikan tersendiri dan tidak menghalangi untuk tetap melaju diatas dua roda.

    Cirebon adalah kota dimana om Agus berdomisili, beliau inisudah diketahui sebagai penggiat sepeda motor dengan aliran dirt bikenya,selanjutnya saya sebut kegiatan ini 'Pentur' seperti yang biasa om Agus sebut.Hampir setiap akhir pekan beliau ini melakukan kegiatan ini dengan motortrailnya. Keinginan untuk merasakan berkendara dengan motor trail dengan jaluryang tidak umum alias offroad membuat rasa penasaran saya, dengan alasantersebut , maka Cirebon menjadi tujuan bishop kali ini.

    Memilih jalur pantura, dengan pertimbangan menyingkat waktu.Walaupun tetap bishop tidak bisa melaju kencang, karena hujan yang membuatkacamata minus saya buram. Semakinmalam, kendaraan-kendaraan besar menemani perjalanan kali ini. Hujanbenar-benar reda ketika memasuki Pamanukan. Sesampainya di Palimanan, berhentidi sebuah minimarket melihat posisi di GPS handphone sekalian memasukankoordinat posisi kediaman om Agus.


    di depan minimarket daerah pantura

    Walaupun sempat disasarkan oleh GPS ke komplek perumahanlain. Akhirnya jam 03.00 pagi sampedidepan rumah om Agus. Kira-kira masih ada waktu sekitar 2 jam untuk istirahatsebelum memulai nge-tril. Terbangun jam 5.30 di ruang tamu diatas sofa yangbisa berubah jadi tempat tidur yang nyaman, Om Agus sudah menyiapkan peralatanseperti jersey (kaos lengan panjang) dan tas gendong kecil yang akan dibawaselama pentur.

    Jam 7 bertolak dari sini menuju daerah Majalengka untuk mengambil motor trail yang akan saya gunakan. Di tengah perjalanan,saya dikagetkan dengan rantai bishop yang putus. Segera menepi sementara omAgus yang sudah melaju di depan kembali untuk menghampiri untuk selanjutkan kebengkel terdekat untuk membeli sambungan rantai. Usai ini, perjalanandilanjutkan menuju rumah mas Rian yang biasa menemani om Agus ber-adventure.Tidak begitu jauh dari rumah mas Rian kami pun sampai di tempat mengambil motortril. Mas Didik pemilik motor trail ini, sekaligus memiliki bengkel motor,kebetulan motor mas Rian juga disini sehabis diservice.

    Setelah menyerahkan uang sewa sebesar 300 ribu untuk dikendarai satu hari dengan bensin terisi penuh ditangki, harga yang sangatwajar, mengingat saya pernah tanya harga sewa motor dikawasan gunung Merapidihargai Rp 50.000,- untuk jarak tidak lebih dari 5 kilometer dan durasi sewa30 menit. Mencoba sebentar mengendarainya untuk sekedar pekenalan dengan motorini. Dan kami bertigapun meninggalkan tempat ini.

    Ditengah perjalanan kami sudah ditunggu satu teman lagiuntuk mengikuti petualangan ini. Adalah mas Arif yang katanya baru pertama kaliikut ngetril dengan motornya yang baru pula. Menuju daerah Cikeusik, disana adaseorang yang gabung dengan kami lagi. Jadilah lima orang memasuki jalurCikeusik dengan mas Rian di posisi depan rombongan.

    *foto hampir semua diambil dari danoleh kameranya om Agus, saya bawa kamera tapi susah menggunakannya karena glovebasah (kamera waterproof/antishock seperti punya om Agus, memang wajib dibawauntuk kegiatan pentur seperti ini)


    here i go..


    nyangkut


    becek


    ngos-ngosan

    Dimulai dengan single track perjalananpun dimulai, ketikamelewati sungai yang disambut dengan tanjakan sensari berkendara dengan jenisinipun dimulai, dan saya mulai kewalahan, dengan menyangkutnya motor dan jatuh ditanjakan tersebut. Sambilmembantu membangunkan motor, mas Rian memberikan arahan gimana caramengendalikan motor ketika melewati jalan seperti ini.

    Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang kali, jalan yangbecek sehabis hujan membuat menguras energi, beberapa kali berhenti untuksekedar menenggak air mineral yang dibawa untuk memulihkan tenaga. Trilnya omOm Agus juga sempat mengalami masalah ketika tidak bisa di hidupkan mesinnya,dan ternyata sumber masalahnya terletak dikabel sekitar kopling yangberubah/tidak normal sehabis jatuh.

    Sebenarnya saya tidak menyangka akan melewati rute dengantantangannya untuk berkendara dengan jenis motor ini, tapi dengan keyakinan‘tantangan diberikanNya atas kemampuan’ hehe.. dan juga didampingi olehrider-rider yang sudah syaratpengalaman, membuat perjalanan ini serasa ‘nikmat’. Pukul 13.00 diakhiri dengantanjakan dengan variasi bebatuan kami pun keluar dari jalur Cikeusik ini. Dantiba di daerah Sindang, yang kemudian menuju tempat makan untuk menikmati menusate yang disajikan kemudian. Sungguh terasa nikmat makan siang selepas lelahmelewati jalur tadi.

    Tidak lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Dan jugadatang 4 orang mengendarai tril berhenti didepan tempat kami isitirahat didepanwarung sate. Ternyata beliau-beliau ini akan bergabung dengan kami untukmelewati jalur selanjutnya. Sambil menunggu hujan agak reda, obrolan dan candatawa terjadi, tampak akrab antara mereka, karena memang sudah sering melakukankegiatan pentur bersama.


    persiapan etape ke dua


    besambung di trek jahanam *halaah....

  2. #2
    RW
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Cirebon
    Posts
    528
    Manztaab... RR pentur dari mas Tom akhirnya nongol juga... Seru banget nampaknya...
    Brotherhood, adrenaline, never give up...

  3. #3
    Manteps om Seduh kopi sembari nunggu lanjutan RR-nya

  4. #4
    Selepas makan siang, hujan masih turun tidak terlalu deras, sebagian mengenakan jas hujan termasuk saya. Ikuti saja kemana arah pimpinan rombingan yang berada didepan. Beberapa kali behenti atau sekedar berputar-putar sebelum akhirnya masuk jalur dengan sambutan trek berbatuan dan tanjakan curam, di Sangkanhurip. Saat melewati tanjakan tiba-tiba berhenti ditengah-tengah tanjakan, karena licinnya batu ban motor tergelincir, dan jatuh tidak bisa dihindari, mas Rian menghampiri untuk membantu menahan motor supaya tidak balik lagi kebawah.


    batu berjalan, jalan berbatu?

    Selanjutnya melewati beberapa single trek dengan variasi bebatuan. Sampai rombongan akhirnya berhenti di bibir sungai. Salah satu dari kami mengecek sungai tersebut, kedalamannya, dan lain sebagainya. Kami melewatinya secara begantian dengan 2 orang standby disungai untuk membatu melewatinya, karena begitu melewatinya langsung disambut oleh tanjakan dengan bebatuan dikanan-kiri trek. Keseruan pun terjadi disini, dan merasakan kepuasaan tersendiri setelah melewatinya.



    isitrahat lagi


    Sehabis ini kami istirahat dengan mengahabiskan beberapa batang rokok, dan tenggakan air mineral dengan diselingi cerita-cerita lucu. Selanjutnya kami memasuki jalur yang biasa di sebut 'Batok Kelapa'. Ya kami harus melewati turunan curam dengan jalan yang licin, tidak salah jika disebut jalan keramik karena kelicinannya, dengan jurang yang tidak begitu dalam (sekita 1,5 meter) di sebelah kanan. Saya memperhatikan cara menuruninya dengan melihat anggota rombangan yang melewatinya terlebih dahulu. Setelah giliran saya, motor dimatikan mesinnya, masukan gigi satu, di rem sesuai kebutuhan, tapi tetap saja karena licinnya motor melaju sendiri, karena kewalahan saya dan motorpun terjun bebas kejurang, hahaha.. Sempat khawatir apa terjadi pada motor (takut rusak,hehe) tapi motor dan saya sendiri tidak mengalami kerusakan dan cidera, alat pelindung diri seperti protektor kaki,tangan dan helm tentunya sangat penting disini. Bala bantuan segera datang, untuk membantu menuruni trek ini. Sesampainya dibawah istirahat lagi. Nafas tersendat-sendat, minum air mineral bisa mengobati dan memulihkan stamina.


    korban pertama di turunan


    dituntun

    bersambung lagi..koneksi inetnya mulai lambat..

  5. #5
    Quote Originally Posted by Agsstwn View Post
    Manztaab... RR pentur dari mas Tom akhirnya nongol juga... Seru banget nampaknya...
    om Agus ga ikut sih..padahal seru banget

    Quote Originally Posted by martinusadyh View Post
    Manteps om Seduh kopi sembari nunggu lanjutan RR-nya
    udah update yak

  6. #6
    Quote Originally Posted by bishop View Post
    udah update yak
    Ok om, ditunggu lanjutannya Ga sabar pingin tahu gmn kondisi trek selanjutnya

  7. #7
    Setelah melewati turunan ‘maut’ kami beristirahat di tengah rerimbuan pohon bambu, diselingi obrolan dan guyonan segar, menjadikan suasana hangat walaupun seabis diguyur hujan dan menghilangkan trauma sehabis jatuh tadi dan siap melanjutkan pejalanan, hehe..


    isitirahat lagi

    Lanjut lagi denga jalan yang lebih 'manusiawi' dengan kanan kiri didominasi pohon bambu, kadang2 harus berhenti untuk menyingkirkan batang bambu yang melintang ditengah. Sampailah pada tempat yang tidak terlihat jalan lagi untuk menembus rimbunan pohon. Beberapa mencoba melewatinya, tetapi gagal karena kemiringan tanjakan yang extrim, walaupun hanya sekitar 3 meter yang dilewati, tapi karena tidak ada jalan sama sekali, kami harus membuka jalan dengan menyingkirkan beberapa batang pohon yang ambruk. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya salah satu bisa melewatinya, diikuti dengan yang lain. Setengah jam lebih kami semua melewati tanjakan ini.





    Ternyata tidak behenti disini, tantangan yang lebih eksrim lagi sudah ada di hadapan mata, dan menyadari jika mengapa jalur ini disebut sebagai "tepurung kelapa" setelah turunan maut tadi, kali ini adalah tanjakan maut, suatu syarat untuk mengakhiri jalur ini.

    Tanjakan petama mengharuskan di dorong bersama-sama dan ditarik dengan menggunakan tali yang kuat, gerungan suara motor yang tampak kesusahan menaikinya jika cuma mengandalkan tenaga mesin semata. Pijakan kaki yang licin saat mendorong/menarik motor menambah tantangan pentur ini. Motor pertama behasil, dilanjutkan dengan ke tujuh motor berikutnya. Setiap motor memakan waktu sekitar 10 menit untuk tanjakan yang tidak lebih 3 meter ini.


    selesai tanjakan pertama


    menunggu giliran


    berteduh

  8. #8
    Menahan energi sejenak untuk tanjakan-tanjakan berikutnya, jika diperkirakan total keseluruhan tanjakan sampai posisi paling atas berkisar 20-30 meter dengan jalan yang biasa disebut ‘keramik’ karena saking licinnya, dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Tidak lama hujan semakin deras, melihat jalan yang tampaknya semakin licin, tidak menyurutkan semangat untuk bisa sampai atas, gigitan nyamuk hutan menambah seru pentur ini.


    jalan keramik?






    Pemandangan lucu juga terjadi saat salah seorang menempeli mukanya dengan tanah yang menyerumpai lumpur, ketika saya tanya kenapa mukanya di lumuri lumpur, beliau menjawab “biar gak digigit nyamuk”, memang hanya raut muka saja yang terlihat bisa jadikan sasaran nyamuk, bagian tubuh lain sudah tertutupi.

    Terdapat gubuk beratap pelepah pohon kelapa yang bisa digunakan berteduh saat hujan, walaupun tidak begitu terasa fungsinya karena atapnya tidak rapat. Hari semakin gelap, dan baru setengah dari jumlah motor yang harus dinaikan, warna baju yang sudah sudah pantas untuk kami disebut sebagai manusia lumpur, sudah tidak dihiraukan. Yang penting bagaimana, bisa melewati rintangan ini. Melihat para peserta terlihat sudah kelelahan, salah seorang peserta yang menelpon penduduk terdekat untuk datang ke lokasi untuk membantu.

    Dan akhirnya bala bantuan datang, saat hari sudah gelap, saat itu sekitar pukul 18.00, empat orang remaja yang masih terlihat segar segera mebantu dengan sigap. Motor yang saya bawa mendapat urutan terakhir untuk dinaikan, saya hanya membututi dari belakang, mereka lah yang mebawa motor keatas. Saya berada di paling belakang, untuk mengikuti motor dengan berjalan ternyata sangat sulit, Karena saking licinnya beberapa kali saya terpeleset. Akhirnya merangkak dengan petunjuk jalan lampu utama si motor.


    sampai gelap

    Alhamdulillah ..sekitar pukul 20.00 akhirnya bisa keluar dari ‘hutan’ ini. Dan selama perjalanan menuju kediaman om Agus ditemani oleh hujan mengguyur. Dan kembali ke Cikarang jam 7 pagi setelah tidur sangat nyenyak di rumah om Agus.


    Kesan,Pesan pentur pertama.

    Petualangan roda dua yang belum pernah dilakukan sebelumnya yang tidak bisa dilupakan seumur hidup. Sensasi yang sangat berbeda dengan apa yang biasa saya lakukan dengan bishop (nama motor pulsar saya). Petulangan yang menguras tenaga tapi bisa tetap enjoy selama mengikutinya. Mungkin karena didampingi oleh orang-orang yang biasa dan bepegalaman melakukannya, hal ini sangat perlu untuk yang baru pertama kali seperti saya.

    Jika ingin melakukan pentur untuk pertama kali sebaiknya tanya/minta mau seperti apa trek yang akan dilalui, om Agus sudah membagi beberapa paket pentur sesuai keinginan (http://www.prides-online.com/showthread.php/17186-Paket-Edpencur-(Riding-Oprud-is-FUN) Kalau tidak maka harus siap dengan kejutan-kejutan selama pentur. Kalau saya sendiri memilih opsi yang terakhir.

    Akhir kata saya mengucapkan terimakasih kepada Om Agus atas segalanya, teman2 dari Cirebon yang menemani selama pentur, mohon maaf sudah merepotkan. Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, kalau ada yg libur panjang, boleh kita pentur lagi.

  9. #9
    Quote Originally Posted by martinusadyh View Post
    Ok om, ditunggu lanjutannya Ga sabar pingin tahu gmn kondisi trek selanjutnya
    udah adah kelanjutannya ya..kalo penasaran perlu dicoba

  10. #10
    Begh itu trek layak disebut sebagai jalur pendakian :P

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •