Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958
Tetamu ke Surga sang Kuncen Merapi
 photo Wall Timeline web forum_zpsokjmdfie.png
Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 22

Thread: Tetamu ke Surga sang Kuncen Merapi

  1. #1
    Warga myFathany's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Bumi Nusantara Street
    Posts
    20

    Tetamu ke Surga sang Kuncen Merapi

    Berkiblat pada program obor pada NNDR2012 lalu, komunitas roda dua Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang menamai dirinya WORKSHOP CE BROTHERHOOD mengadopsi program yang sangat bermanfaat untuk pemerataan pendidikan di Nusantara kedalam rangkaian agenda turing “Tetamu ke Surga sang Kuncen Merapi”. Sebelumnya kami haturkan terima kasih kepada para penggagas program OBOR tersebut, sungguh program yang super bermanfaat. Salam aspal, Blaaar…
    Langsung saja berikut adalah Ride Report yang telah kami susun sedemikian rupa, kami sadar masih bayak yang perlu diperbaiki dari peenulisan ride report kali ini (maklum penulis newbie hhe )…

    Tetamu ke Surga sang Kuncen Merapi
    22-24 Februari 2013

    Agenda touring rutin yang sebelumnya telah diagendakan dengan apik sebulan sebelum keberangkatan. Pada kesempatan kali ini dipilih Gunung Merapi sebagai lokasi tujuan. Merapi slah satu gunung berapi yang masih aktif di pulau jawa. Berbicara kokohnya Merapi tak lengkap rasanya jika tidak membahas gagahnya sang kuncen Merapi, mbah Maridjan. Tema “Tetamu ke Surga sang Kuncen Merapi” akhirnya diambil sebagai tema dari sebuah perjalanan kali ini sebagai anak negeri untuk mengenal lebih dekat indahnya Nusantara. Let’s Ride the Archipelago…
    Setelah masa penggalangan pengumpulan donasi buku satu kampus dalam jangka waktu hampir sebulan, maka terkumpul lah sejumlah 1024 buku. Perencanaan langkah dan pembagian tugas yang matang guna menyalurkan donasi buku yang terkumpul merupakan langkah awal yang dilakukan. Kami sadar untuk mengangkut buku tersebut sangat mustahil dengan mengandalkan sepeda motor, akhirnya diambil keputusan untuk menitipkan sebagian via mobil salah satu keluarga rekan kami.

    Hari Pertama(22 Februari 2013)
    Jum’at (22/2) rekan-rekan team memulai perjalanan pukul 18.00 WIB. Persiapan fisik, kendaraan, dan do’a sebelum keberangkatan menjadi hal pokok sebagai bekal untuk menempuh perjalanan sekitar 230 km (Surabaya-Tawangmangu). Ijin keberangkatan dari dosen pun telah digenggam.
    Perjalanan tidak semulus yang diharapkan, gemiris mulai turun ketika team masuki wilayah Taman, namun perjalanan tetap dilanjutkan. Masuk wilayah kota Nganjuk hujan mulai menderas team memutuskan untuk istirahat sejenak sekalian mengisi BBM.Memasuki wilayah Wilangan team kembali diuji dengan hadirnya hujan yang lumayan lebat. Warung di pinggir jalan merupakan alternatif untuk berteduh. Gorengan dan wedang jahe menjadi pilihan untuk menghangatkan badan.



    Selamat datang di Magetan, salah satu kalimat di gapura perbatasan Madiun-Magetan sedikit menjadi penghilang rasa letih selama perjalanan. Seperti yang direncanakan sebelumnya team akan bermalam di rumah kerabat salah satu anggota team.
    Pukul 23.30 team telah tiba di checkpoint pertama untuk bermalam. Perjalanan yang seharusnya ditempuh 3,5 jam, kami tempuh 5,5 jam dimalam hari yang ditemani hujan, merupakan perjalanan yang mengesankan dan cukup menguras fisik. Kewajiban beribadah pun tidak terlupakan, walau rasa letih dan kantuk mulai menyelimut.



    Udara tengah malam yang begitu dingin, secangkir teh hangat sekedar menemani untuk menghangatkan tubuh. Suasana khas pedesaan ditambah bunyi serangga yang mulai terdengar setelah hujan reda menambah kesan harmoni seakan berat untuk meninggalkan malam yang indah ini. Suasana yang akan selalu dirindukan terutama buat kami yang tinggal di kota super sibuk Surabaya.




    Hari Kedua(23 Februari 2013)
    Sabtu (23/2) pukul 10.00 WIB, team melanjutkan perjalanan melalui jalur lintas Lawu. Kali ini team benar-benar telah siap untuk menerjang hujan, buku yang dibawa telah dilapisi plastik untuk menangkal air yang dimungkinkan merembes saat hujan. Mengingat cuaca daerah pegunungan tidak mudah ditebak. Sampai di persimpangan jalur Sarangan-Tawangmangu team menyempatkan untuk mengabadikan momen melalui jepretan kamera. Cheersss...




    Jalan yang dilalui memang benar halus mulus tanpa lubang, tapi bukan menjadikan tidak adanya hambatan. Tanjakan yang lumayan curam dengan beban yang kami pikul merupakan tantangan terbesar menembus batas propinsi Jawa Timur. Ditengah perjalanan dua rekan kami pun harus rela berjalan kaki guna mengurangi beban motor saat tanjakan. Senyum dan rasa bangga telah dapat menyelesaikan tantangan kembali terpancar saat team tiba di Cemoro Sewu sebagai batas propinsi Jawa Timur. Selamat Datang Jawa Tengah...



    Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup memacu adrenalin, team tiba di checkpoint kedua tepat pukul 11.45 WIB. Checkpoint kedua merupakan rumah kerabat salah satu anggota team yang berkacamata. Kewajiban beribadah adalah yang pertama kami utamakan. Shalat dhuhur di masjid depan rumah sekaligus merasakan sensasi dingin air pegunungan untuk berwudhu.



    Tiba di checkpoint kedua tanpa adanya hujan merupakan syukur yang tak lupa kami panjatkan walaupun usaha untuk melapisi dengan plastik terkesan sia-sia walau pun sebenarnya tidak ada usaha yang sia-sia. Dari inilah kami dapat belajar pentingnya sebuah persiapan dan perencanaan.


  2. #2
    Warga myFathany's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Bumi Nusantara Street
    Posts
    20
    SDN 03 Kalisoro terletak di desa Pancot Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Salah satu yang diunggulkan adalah kesenian gamelan yang sedang giat untuk dipertahankan dalam rangka pembibitan cinta Indonesia sejak dini.
    Memasuki gerbang SDN 03 Kalisoro, kami langsung disambut oleh Kepala Sekolah SDN 03 Kalisoro bapak Sunanto. Bapak Sunanto yang memang asli berasal dari daerah ini pun menanggapi komunikasi yang kami jalin dengan sangat ramah. Senyum selalu terpancar dari beliau. Untuk suka dukanya ditugaskan menjadi kepala sekolah SDN 03 Kalisoro, bapak yang murah senyum ini menjawab dengan tegas dan bangga bahwa beliau begitu senang dan merupakan kebanggaan tersendiri untuk membangun daerah walau pun jauh dari kesibukan dan hiruk pikuk kota.




    Mengenal lebih dekat lagi dengan bapak yang visioner ini, kami pun kagum dengan cita-cita dan usaha beliau untuk membangun dan mengembangkan desa melalui perpustakaan yang baru selesai dibangun dan dibuka 3 minggu-an saat kami mengunjungi perpustakaan baru ini. Perpustakaan baru ini juga merupakan hasil prakarsa dari bapak Sunanto yang juga memiliki keinginan untuk menjadikan perpustakaan tersebut untuk warga sekitar. Sokongan bantuan buku-buku merupakan salah satu faktor pendukung terwujudnya harapan tadi. Kami belajar banyak akan keikhlasan, usaha, dan mimpi dari beliau.
    Saat ini adalah tahun kedua kepemimpinan beliau sebagai kepala SDN 03 Kalisoro dengan berbagai terobosan untuk memajukan khususnya sekolah yang beliau pimpin dan desa Pancot secara umum. Renovasi gedung dan membangun perpustakaan untuk umum merupakan hal yang tidak mudah dilakukan di daerah ini.Kedisiplinan, kerapian, kebersihan, dan ketaatan merupakan kesan yang terpancar jelas dari suasana SDN 03 Kalisoro, sekolah yang sudah sepi dari penghuninya, karena saat team tiba lama sebelumnya kegiatan belajar dan mengajar telah usai.




    Ditanya ekstrakulikuler selain gamelan, beliau pun menjelaskan bahwa banyak lainnya yang juga tidak kalah unggul dalam mencetak prestasi diantaranya volly, pramuka, dan basket. Usaha beliau untuk menanamkan nilai-nilai khazanah nusantara salah satunya dari kesenian gamelan merupakan hal yang membuat hati kami ikut terenyuh. Generasi muda sekarang pun sudah menilai warisan budaya tersebut adalah sesuatu yang kuno dan memalukan.Hal ini harus menjadi pelajaran untuk lebih cinta Nusantara dan segalanya tentang Indonesia.Penyerahan donasi buku secara simbolis dilakukan oleh salah satu anggota team kepada bapak Sunanto selaku Kepala SDN 03 Kalisoro. Berbagai macam jenis buku ini yang diharapkan mampu membantu masyarakat sekitar untuk dapat juga mengakses sesuai kebutuhan yang mereka butuhkan. Mulai dari pengetahuan umum, pengetahuan tentang pertanian, atau sekedar hiburan.



    Besar harapan kami begitu juga bapak Sunanto akan event seperti ini untuk lebih digiatkan lagi dan tidak berhenti sampai disini. Masih banyak daerah di Indonesia yang masih sangat membutuhkan sentuhan dari event ini. Terima kasih untuk SDN 03 Kalisoro, sampai jumpa dilain kesempatan... Cerdaslah bangsa, Jayalah Nusantara...



    Dusun Pancot, Desa Kalisoro sungguh benar-benar asri. Sejauh mata memandang adalah hijau... Komoditas utama adalah hasil pertanian mulai sayur-mayur, kacang-kacangan, hingga umbi-umbian. Sangat subur tanahnya indahnya Nusantara.



    Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing... Keakraban, keramahan, jiwa gotong royong antar masyarakat masih sangat erat dan kental. Manusia memang tercipta sebagai makhluk sosial


  3. #3
    Warga myFathany's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Bumi Nusantara Street
    Posts
    20
    [FYI] Rumah ? Iya rumah masa depan yang sungguh real estate. Kuburan di daerah ini juga unik dan khas. Atas dasar menghormati dan salah satu bentuk bhakti anak kepada orang tua, maka mereka lambangkan dengan membangun bangunan makam sebagus mungkin...



    Terimakasih dusun Pancot,desa Kalisoro, kecamatan Tawangmangu, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah... Hijaumu, Asrimu, Segarmu, dan Suburmu sengaja kami tuangkan dalam sebuah cerita yang akan menjadi kisah kenangan yang tak terlupakan...



    Pukul 16.30 WIB, perjalanan akan dilanjutkan ke kota gudeg Jogja. Keharmonisan dan keramahan malam di jogja yang kami cari. Jalur yang dilewati adalah Tawangmangu-Karanganyar-Surakarta (a.k.a. Solo)-Klaten-Jogjaaa...
    Pukul 20.30 WIB, menyusuri kota jogja yang pada saat itu dalam kondisi macet karena ada penutupan jalan Malioboro untuk kendaraan bermotor menambah beban letih, rasanya ingin cepat sampai di penginapan untuk meregangkan otot-otot yang sedari tadi menegang. Setelah check-in disalah satu penginapan Jalan RE Martadinata kemudian dilanjutkan menuju angkringan disekitar stasiun Tugu untuk melepas segala kepenatan selama di jalan. Kopi joss menjadi ciri khas angkringan jogja



    Stasiun Tugu merupakan stasiun kereta api yang berada di jantung kota Jogjakarta dan termasuk bangunan bersejarah pembangunan kota Jogja.Pintu perlintasan di lokasi ini pun unik, pintu perlintasan menutup dengan bergeser secara horisontal. Terdapat motor pendorong yang dikontrol oleh petugas jaga di pos perlintasan.




    Hari Ketiga (24 Februari 2013)
    Minggu (24/2) Pukul 11.00 WIB, Tujuan utama kami adalah desa KinahRejo tempat tinggal almarhum mbah Maridjan seorang superior Juru Kunci gunung Merapi. Atas info ala kadarnya dari receptionis penginapan tentang arah gunung Merapi, kami kembali menelusuri jalanan kota Jogja. Dari tugu Jogja lurus saja ke arah Kaliurang. Akhirnya pun kami sampai di Taman Nasional Gunung Merapi Kaliurang.


  4. #4
    Warga myFathany's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Bumi Nusantara Street
    Posts
    20
    Jangan senang dulu, ternyata jalur yang kami ambil ini salah. “Kalau mau ke rumah mbah Maridjan harusnya di persimpangan sebelumnya masnya belok kanan mas” sapa dua sosok biker yang berasal dari daerah tersebut. Bro Ucup dan Bro Alan biasa dipanggil demikian membawa bendera Mio Matic Community (MMC) Jogja. Sapaan dan cara interaksi yang khas antar biker. Kami yang sebelumnya tidak kenal sama sekali malah langsung akrab dengan kedua biker ini. Dunia aspal benar-benar mengajarkan kami bahwa menjalin persaudaraan itu tidak peduli bendera klub.
    Atas saran dari bro Alan dan Bro Ucup tadi, “karena sudah tiba di sini (Sentra wisata Kaliurang) baiknya menikmati dulu keindahan Tlogo Putri, ke mbah Maridjannya nanti saja kami temani mas”, begitu kata Bro Alan. Ok akhirnya team memutuskan untuk menuju lokasi wisata Tlogo Putri. Di sini tertuang sebuah cerita keseruan ketika biker naik gunung.



    Perjalanan pendakian bagi kami merupakan tantangan baru, jalan setapak yang terjal kami lalui dengan susah payah. Benar kuncinya satu yaitu kesabaran. Air minum pun berbagi seteguk-seteguk. Biasa diatas motor kemudian ditantang untuk menjajal jalur pendakian untuk mencapai puncak bukit Pronojiwo adalah hal baru yang tidak biasa kami lakukan. Akhirnya sampai juga di puncak Pronojiwo, 2 anggota team pun langsung merebahkan tubuhnya untuk sekedar taktik mengembalikan stamina yang sebelumnya terkuras habis.



    Kesabaran dan fisik kami terbayar setelah mencapai puncak bukit Pronojiwo. Pemandangan yang luar biasa hasil karya Yang Maha Kuasa. Gunung Merapi berdiri dengan gagahnya, menjulang menembus awan. Gunung berapi yang masih memiliki status aktif ini pun seakan menjadi pusat kekuatan yang memberikan kesuburan lingkungan sekitarnya. Terima kasih tuhan atas berkah dan keindahan bumi Nusantara ini.



    Seperti yang direncanakan sebelumnya, bro Ucup dan bro Alan mengawal tream kami menuju desa KinahRejo. Tiba di pos pertama, kami tidak diijinkan untuk melanjutkan perjalanan dengan motor. Ya harus kembali parkir dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki atau bisa menyewa motor trail yang memang sengaja disewakan di daerah sana. Mungkin ada yang penasaran sosok kedua biker baik hati yang sudi menemani kami untuk mencapai rumah mbah Maridjan ? Pada foto berikutnya akan ada penampakannya, Sabar bro hhe...



    Nah ini dia kedua sosok bikers baik hati, bro Ucup dan bro Alan (Paling kiri). Dua penunggang Mio yang senang menjalin persahabatan tanpa batas. Hujan kembali turun dengan lebatnya, ya ini memang karakter cuaca di daerah pegunungan, sukar ditebak. Berteduh di warung kopi sebelum melanjutkan pendakian sekaligus mencari informasi dengan pemilik warung merupakan alternatif mengisi waktu sambil menunggu hujan reda.



    Perjalanan kembali dilanjutkan ketika hujan reda. Tawa dan canda selalu terpancar dari wajah kami, rasa lletih dan capai serasa hilang selaras banyolan-banyolan mulai diluncurkan. Begitu juga kisah hiruk pikuk saat erupsi disampaikan oleh bro Alan sebagai saksi hidup saat bencana erupsi gunung Merapi.



    Puncak Merapi pun mulai menampakkan kegagahannya ketika kabut yang menutupinya mulai berangsur menghilang. Ayo kawan semangat, rumah mbah Maridjan sedikit lagi kawan.


  5. #5
    Warga myFathany's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Bumi Nusantara Street
    Posts
    20
    Akhirnya tiba juga di lokasi rumah mbah Maridjan. Erupsi merapi telah berhasil meluluh-lantahkan rumah mbah Maridjan. Maha besar sang Maha Pencipta, gunung Merapi yang sejatinya indah dan gagah dibuat seakan-akan alam marah atas kerusakan yang telah manusia ciptakan. Berikut adalah sisa-sisa peninggalan rumah mbah Maridjan setelah erupsi gunung Merapi. Terlihat bekas dapur dari rumah mbah Maridjan.Perabotan rumah juga tidak luput dari panasnya awan panas hasil erupsi gunung Merapi.




    Terdapat juga rangka mobil evakuasi yang juga terkena imbas ganasnya erupsi gunung Merapi dimusiumkan dan disimpan ala kadarnya berikut dua buah motor yang menjadi bukti peninggalan jejak hasil ganasnya erupsi gunung Merapi.



    Berikut lokasi persis rumah mbah Maridjan. Terlihat bro Ucup dan bro Alan (paling kiri) terlihat antusias mendampingi kami. Terima kasih kami haturkan buat kedua saudara baru kami, melalui kerasnya aspal ternyata mampu menyatukan kami semua para penjelajah jalanan. Inilah bikers beserta kehidupannya, jiwa sosial dan kesetiaan menjadi harga mati untuk saling mendukung dan memperbanyak saudara. Hidup bikers Indonesia, Salam satu Aspal... Blaaaaarrrr...!!!



    Demikian sepenggal catatan perjalanan event “Tetamu ke Surga sang Kuncen Merapi”.




    Salam Aspal... Blaaar... Let's Ride the Archipelago...
    Brotherhood has No Limit...

  6. #6
    Warga Ndubemholic's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Location
    Bekasi-Depok
    Posts
    43
    ngegas terus.. tapi ga pernah lupa kewajiban sama yang maha kuasa..... Salut om

  7. #7
    Moderator debian's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    South of Jakarta, where there is so much trees, so peacefully, so cool, so green
    Posts
    379
    Keren..perjalanan yang pasti amat mengasyikkan, bukan hanya menikmati keindahan alam tapi juga melakukan aktivitas sosial .. salut
    "...I'm a person with feelings...a number I refuse to be. You see the tears I cry but you can't feel my pain. No title can classify me, no one can tell me what's sane..."

  8. #8
    Warga myFathany's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Bumi Nusantara Street
    Posts
    20
    Quote Originally Posted by Ndubemholic View Post
    ngegas terus.. tapi ga pernah lupa kewajiban sama yang maha kuasa..... Salut om
    Alhamdulillah... Terimakasih om... Salam kenal dari kami

  9. #9
    Warga myFathany's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Bumi Nusantara Street
    Posts
    20
    Quote Originally Posted by debian View Post
    Keren..perjalanan yang pasti amat mengasyikkan, bukan hanya menikmati keindahan alam tapi juga melakukan aktivitas sosial .. salut
    Ayo touring bareng brad Jelajah Nusantara

  10. #10
    mantab! dan inspiratif!

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •