Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958

Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958
Mari Ke Sumatera Bersama hedonesia.
 photo Wall Timeline web forum_zpsokjmdfie.png
Page 1 of 18 12311 ... LastLast
Results 1 to 10 of 175

Thread: Mari Ke Sumatera Bersama hedonesia.

  1. #1
    Warga hedonesia's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Palangkaraya, Kalimantan Tengah
    Posts
    45

    Mari Ke Sumatera Bersama hedonesia.

    hello,

    ini adalah ride report saya sepanjang perjalanan melintasi Sumatera dari tanggal 26 juni 2011 - 19 Juli 2011. begitu banyak cerita dan pengalaman yang saya dapatkan. bertemu dengan orang-orang baru yang sangat baik. Sumatera tidak seganas yang orang ceritakan. penasaran? mari kita mulai ceritanya. foto dulu deh ya. *nawar*

    Rute yang saya tempuh secara garis besarnya meliputi;

    Jakarta - Bandar Lampung - Palembang - Jambi - Pekanbaru - Medan - Banda Aceh - Sabang - Banda Aceh - Medan - Balige, Kab. Toba Samosir - Bukittinggi - Muara Bungo - Bangko - Tanjung Enim - Indralaya - Palembang - Kayuagung - Bandar Lampung - Jakarta.


    Daftar Isi:
    prolog
    I. Siap Berangkat! Eits..Dananya Mana?
    II. Dana Sudah Siap tapi Jiwa dan Raga Belum Mantap
    III. Berangkat? Yakin?
    IV. Menyeberang ke Pulau Seberang
    V. Beruntung di Bandar Lampung
    VI. Lampung – Kayuagung
    VII. Kayuagung - Palembang















    cheers
    Last edited by hedonesia; 23-08-11 at 17:46.

  2. #2
    Warga hedonesia's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Palangkaraya, Kalimantan Tengah
    Posts
    45


    (maunya sih jadi) Prolog menjelajahi Sumatera seorang diri dengan skutik.

    Semua orang pasti sering bermimpi atau mempunyai impian, kok disuruh jangan bermimpi? Bukannya semua hal itu harus dimulai dengan mimpi? Seperti halnya hidup yang dimulai dengan mimpi basah yang kemudian entah berapa lama setelah itu, mimpi tersebut dipraktekkan tanpa menggunakan ‘pengaman’ dan jadilah seorang anak manusia hasil akhir dari kompetisi ketat pembuahan sel telur dan sel sperma. Ok! Baru kalimat pembuka saya sudah melenceng jauh, sejauh lencengan isu-isu picisan dari stasiun tv propoganda kelas teri berenang di lumpur.

    Kembali ke mimpi, ketika saya menanyakan kepada diri saya sendiri mengenai mimpi saya? Tanpa ragu saya akan menjawab “Nikah!” Wow! Super! Super sekali begonya. Ini sebenernya saya mau nulis tentang masalah nikah apa masalah mimpi saya menjelajahi Sumatera sih? *bingung*

    Todepowin, sebenernya sudah lama saya bermimpi menjelajahi pulau Sumatera apalagi kalau bisa menginjakkan jengkal demi jengkal kaki saya di pulau yang bentuknya panjang, agak lonjong dan besar ini. Lebih menakjubkan lagi kalau bisa sampai ke titik paling barat Indonesia. Mungkin ga sih? Pertanyaan itu selalu menghantui pikiran saya seperti ular, seeeperti ular yang saaangat berbisa, sangat berbiisa, suuka memangsa, suka memangsa. *nyanyi*

    Dari berbagai informasi yang saya dapatkan, keadaan Sumatera itu bisa dibilang sangat ‘ganas’ apalagi untuk mengendarai sepeda motor sendirian. Ketika googling mengenai touring sepeda motor melintasi Sumatera, hanya ada beberapa informasi yang bisa saya dapatkan mengenai keadaan yang mungkin akan saya hadapi disana. Itupun kurang terlalu mendetail namun sedikit cukup membantu. Dikiiiit banget. Ketika bertanya kepada teman-teman pun juga bukan kabar baik yang saya dapatkan, namun lebih banyak cerita horror dan kriminalitas seperti bajing loncat yang suka lompatin kendaraan yang lewat lalu merampas apa yang bisa dirampas atau juga kampung perampok yang sudah pasti kerjaannya merampok. Begitu banyak cerita yang saya dengar dan bikin nyali ciut menurun tajam setajam silet. Salah satu ceritanya yang bikin ‘mundur teratur’ ialah, pengendara motor yang ‘salah jam’ ketika melewati suatu kampung. Walhasil, motor orang tersebut dirampas dan semua hartanya dikuras. Tidak ketinggalan juga baju dan celananya. Ditelanjangin cyiiin. Kalau ‘barang’ anda gede ga masalah sih. Iiih ceeleeeem.

    Jadi pada intinya adalah bahwa kondisi keamanan di Sumatera itu sangat berbahaya apalagi mengendarai motor seorang diri. Begitulah kesimpulan saya saat itu. sekedar informasi, sepeda motor yang akan saya gunakan adalah Yamaha Nouvo Z 2005 yang sejatinya digunakan sebagai daily commuter dalam kota. motor untuk beli beras dan sayur lah istilahnya. Tapi tekad sudah bulat untuk menjelajah Sumatera dan akhirnya saya coba untuk memberanikan diri dengan sepeda motor dan perlengkapan seadanya dan mencoba mencari informasi yang paling tidak bisa membikin semangat kembali membara. Haaaarrrrr.

    Salah satu orang yang bikin tekad saya bulat untuk menjelajah Sumatera adalah Nathan Dorothy (www.thepostman.org.uk). Orang ‘gila’ ini berhasil dengan selamat menyelesaikan perjalanan dari Sydney ke London dengan motor tua super bututnya “Honda CT110” yang biasa dipakai tukang pos keliling di Australia sana. Perjalanan Nathan dari Sydney ke London memakan waktu 9 bulan dan melewati berbagai negara diantaranya Timor Leste, Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Nepal, negara-negara yang ujungnya Stan-Stan, dan benua Eropa tentunya.


    Nathan Dorothy

    Selain itu juga ada sosok Benka Pulko, perempuan asal Slovenia yang berkeliling dunia sendirian mengendarai BMW F650GS dari bulan Juni 1997 sampai Desember 2000. Perjalanan yang pada mulanya berawal dari ide iseng ketika rebahan di kasur ini berhasil menjelajahi 75 negara. Salut!

    Saya juga rutin membaca catatan perjanalan Doug Wothke yang sedang menjalani ekspedisi sendirian di Road of Bones, Rusia, yang bisa dibilang merupakan salah satu rute berkendara paling ekstrim di dunia saat ini. Doug mengendarai Harley Davidson Sporster 1200 yang sudah dimodifikasi untuk rute offroad. Sebelumnya ia juga pernah mengelilingi dunia dua kali. Pertama menggunakan motor Indian Chief buatan tahun 1948 pada tahun 2006 dan kemudian pada tahun 2009, ia kembali mengelilingi dunia dengan Harley Davidson Panhead 1962 yang telah dimodifikasi menjadi chopper. Bisa dibayangkan mengendarai motor chopper yang suspensinya rigid. Pinggang besi!

    Banyak lagi sosok-sosok petualang roda dua yang bikin saya jadi tambah bersemangat untuk sesegera mungkin untuk berangkat mewujudkan mimpi dan melupakan segala resiko apapun yang bakalan terjadi. Diantaranya Simon dan Monika Newbound yang masuk dalam Guinness Endurance Record, kemudian ada juga Nick Sanders yang entah sudah berapa kali mengelilingi dunia dengan sport bike yang juga dilakukan oleh Sjaak Lucassen dengan Yamaha R1.


    Robert Edison Fulton Jr

    Selain itu ada Emilio Scotto dengan Honda Goldwing-nya yang telah melintasi 279 negara selama 10 tahun.

    Tidak ketinggalan sosok legendaris touring dunia, Robert Edison Fulton Jr. yang menjelajahi 32 negara pada tahun 1932 mengendarai sepeda motor Douglas yang sudah dimodifikasi tangki bensin, video dan kamera film dan tempat rahasia buat menyimpan revolver Smith & Wesson kaliber 32. Koboi!
    kisah perjalanannya dari London ke Tokyo yang tujuannya adalah mempelajari arsitektur dunia ini semuanya terangkum dalam buku 'One Man Caravan'. Legend!

    Membaca catatan perjalanan orang-orang ‘gila’ tersebut secara tidak langsung memotivasi dan membikin semangat membara. Saya pun berpikir bahwa apa yang akansaya jalani tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang ‘gila’ dengan petualangan yang ‘super gila’. Krezi!

    Pada akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bermimpi dan mulai melakukan perjalanan melintasi Sumatera. Tidak ada salahnya bermimpi namun kebanyakan bermimpi tidak akan menjadi hasil apa-apa kecuali mimpi tersebut direalisasikan semaksimal mungkin dan semampu mungkin. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Ok! Cukup! Saya sudah mulai seperti para motivator-motivator abal-abal. Saya sudahi dulu tulisan ini yang sebenernya maunya jadi prolog biar keliatan keren gimana gitu. Sekian.

  3. #3
    warga RGburgee's Avatar
    Join Date
    Jan 1970
    Location
    dirt,mud,dust and rain
    Posts
    4,294,967,295
    more...more!!! udah dag dig dug baca ride report...malah pepotoan nih naruto...
    hahahaaa

  4. #4
    Warga hedonesia's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Palangkaraya, Kalimantan Tengah
    Posts
    45

    I. Siap Berangkat! Eits..Dananya Mana?

    Kalau sudah tekad membulat, halang rintang apapun akan diterjang kalau kata orang dulu. tapi sekarang udah beda cyiin. semuanya perlu dana. masalah klasik tapi memang pelik.


    Perjalanan jauh apalagi mengendarai sepeda motor sepertinya perlu persiapan. Banyak hal yang perlu disiapkan tentunya mulai dari jasmani, rohani, sepeda motornya pasti dong dan yang lebih pasti adalah persiapan klasik dan yang paling merepotkan apalagi kalau bukan duit. Ya, masalah dana mungkin buat sebagian orang bukan menjadi kendala berarti. Namun, buat poor bastard seperti saya yang notabene adalah seorang mahasiswa kere yang layaknya celengan pajangan. Terlihat mencolok dan berkilau namun isinya tidak ada. Berbeda dengan celengan di bawah kasur juragan minyak yang nampak berdebu dan seperti tidak terawat tapi dalamnya. Wow! Hanya Tuhan dan juragan minyak itu yang tau berapa jumlahnya. Ok, lupakan dulu celengan juragan minyak itu. Kembali ke realita. Naas!

    Budgeting merupakan hal paling pertama yang saya pikirkan dan lumayan membikin pusing. Ketika terlintas ide iseng untuk melakukan touring lintas Sumatera, masalah budgeting ini semakin menghantui pikiran saya selama berbulan-bulan. Apalagi setelah saya hitung perkiraan budget yang saya keluarkan ternyata lumayan besar dari perkiraan sebelumnya. Dengan keadaan hidup yang pas-pasan. Otak pun diporsir untuk berpikir lebih keras dari biasanya. Hidup memang susah. *udah cukup lebay belum ceritanya?*

    Bagaimana cara mengakali budget dengan keadaan pas-pasan? Tentu semua orang punya cara masing-masing. Bisa saja dengan cara menggali harta karun yang katanya ada dibawah patung Pancoran atau bisa juga hubungi dukun terdekat yang ternyata bayar dukunnya juga mahal atau berpacaran dengan perempuan cantik dan kaya raya yang modalnya harus ‘gede’. untungnya saya tidak melakukan hal-hal tersebut. Selain tidak punya banyak duit untuk membayar dukun dan nanti urusannya tambah ribet kalau saya bongkar patung Pancoran, saya juga tidak punya modal se’gede’ itu. Masih standar Asia kok. *heh*

    Beberapa bulan sebelum keberangkatan, saya sudah mulai menghitung dana yang akan saya siapkan dan semenjak itu saya mulai menabung. Perlu waktu sekitar 6 bulan untuk persiapan dana untuk perjalanan ini. Berapa dana yang diperlukan? Tergantung traveling style masing-masing sih sebenernya. Dikarenakan dana terbatas akhirnya tidak ada pilihan lain selain low-budget-traveling style. Terdengar keren sih istilahnya tapi coba anda jalani sendiri. gembel!


    bikin itinerary itu wajib hukumnya

    Cara perhitungan budget saya berpatokan kepada Google Maps. Pertama, saya bikin itinerary (rencana perjalanan) harian berdasarkan tujuan. Misalnya, hari pertama adalah perjalanan dari Bandar Lampung ke Palembang dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 371km menurut Google Maps. Kemudian, saya hitung konsumsi bensin per-liter dari ‘Norah’ (ceritanya mau pake nickname gitu motornya). Konsumsi bensin untuk satu liternya, motor saya (Norah ) bisa menempuh jarak sekitar 30km. Maka, berdasarkan nilai metematika saya yang dari SD sampai sekarang tidak bisa dibanggakan, 370km itu memerlukan bensin sekitar 12,5 liter atau dibuletin jadi 13 liter. Kemudian 13 liter x Rp. 4.500 (harga bensin premium) = Rp.58.500. Nah! Perkiraan kotornya seperti itu. Setelah itu tinggal nambah keperluan seperti makan, minum, ganti oli dan plesiran.

    Berdasarkan perhitungan tersebut, saya paling tidak punya gambaran yang menjadi patokan dasar untuk dana bensin yang akan dikeluarkan. Tinggal menyiapkan rute perjalanan secara lengkapnya saja lagi selanjutnya.

    Rute perjalanan lagi-lagi saya mengambil patokan dari Google Maps. Saya bikin perencanaan sendiri mulai dari Jakarta sampai ke Banda Aceh yang saya print berdasarkan rute harian. Satu kertas, satu hari. Sebenarnya lebih mudah kalau beli peta Sumatera yang biasa dijual di toko buku. Tapi menurut saya terlalu ribet untuk membuka peta yang ukurannya besar itu ketika di perjalanan nanti dan kesannya jadi seperti juragan tanah yang mau nyari tanah buat bikin ladang sawit.

    Perhitungan dengan rumus ala kadarnya ala Google Maps ini cukup membantu banget loh. Paling tidak sebelum berangkat sudah ada pencerahan mengenai dana dan jarak yang akan ditempuh. Lumayan untuk mengurangi stress ketika di jalan. Yang paling saya takutkan adalah ketika dana tidak cukup sementara perjalanan masih jauh. Pasti akan panik setengah mati. Hal-hal sepele kadang bikin panik dan perjalanan jadi menyengsarakan. Bagaimana supaya saya tidak panik? tunggu lanjutannya.

  5. #5
    Warga hedonesia's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Palangkaraya, Kalimantan Tengah
    Posts
    45

    II. Dana Sudah Siap tapi Jiwa dan Raga Belum Mantap

    Setelah sangat dipusingkan dengan masalah dana, akhirnya masalah tersebut dapat saya atasi tanpa harus pergi ke kantor pegadaian terdekat. Ada sedikit perasaan lega ketika dana yang dipersiapkan sudah terkumpul. Paling tidak sudah mulai merasa aman dari segi finansial walau belum mapan. Kalau mapan mungkin saya sudah menikah dan punya anak sekarang. *loh*

    Ada beberapa hal yang perlu saya siapkan selanjutnya, mulai dari kesiapan kendaraan yang harus dalam keadaan ‘sehat’ dan tentu saja saya sendiri juga harus siap jasmani dan rohani. Kalau begitu mari kita bersiap-siap.

    a. Sepeda Motor

    Perjalanan yang menempuh jarak minimal 300km sehari dan kondisi jalanan yang tidak tau seperti apa rusaknya di Sumatera membuat saya jadi langsung mendadak jadi ‘Angel’ alias Anak Bengkel. Kondisi sepeda motor saya, Norah (iya iya tau maksa banget nickname-nya) sangat memprihatinkan. Seminggu sebelum berangkat saya memutuskan untuk melakukan ‘service besar’. Niat awalnya palingan cuman ganti ban belakang (ban depan masih bagus, sayang loh kalau diganti), ganti oli, bersihin karburator dan CVT (bahasa gampangnya rantai, walau bukan rantai juga sih). Namun, apalah daya ketika baru sampai di bengkel langganan, bang Tony pemilik Tony Jaya Motor, Manggarai langsung nyeletuk dengan santainya.

    Bang Tony : “keren amat suara mesin lo”

    Saya : “kenapa, bang?”

    Bang Tony: “iya, itu suara mesin motor lo, keren banget”

    Saya: “keren gimana, bang?” *muka bingung*

    Bang Tony: “keereen! Kaya suara bajaj roda tiga”

    Saya: *pingsan*

    Bang Tony: “wah, parah lo..pasti lupa ganti oli ya? Kapan terakhir ganti oli?”

    Saya: *mulai siuman* “aaa…anu bang, eeee iya bang, terakhir ganti oli kapan ya. Udah lupa, bang”

    Bang Tony: “ya udah, coba buka tutup oli motor lo, cek aja masih ada atau ga?”

    Setelah tutup oli motor dibuka, ternyata oli sudah tidak ada yang menetes lagi saudara-saudara. Kering total!. Selamat atas kelalaian dan kebodohannya lupa ganti oli. Super sekali pemirsa.

    Untungnya Norah ga mogok di tengah jalan. Engga kebayang misalnya motor mogok di jalan gara-gara lupa ganti oli. Pasti mesin semuanya hancur. peruntungan nasib masih baik sepertinya. Akhirnya motor saya dibongkar abis-abisan dan ‘turun mesin’. Kebayang dong bakalan habis duit berapa buat ‘turun mesin’. Tapi ya mau gimana lagi. Lalai sih!


    hasil kebodohan saya.

    Setelah blok motor dibongkar, ternyata memang tidak ada oli sama sekali di blok mesin. Bahkan sampai tercium aroma gosong dari mesin. Setelah diperiksa satu-satu ternyata motor saya cuman ‘kena’ noken as doang sama beberapa parts kecil. Sedangkan yang lain masih bisa diselamatkan. Kalau seandainya semuanya diganti baru, pasti akan jadi kiamat sughra bagi saya.

    Menunggu cukup lama, Alhamdulillah motor kembali sehat dan siap untuk perjalanan jauh. Selain ‘turun mesin’ sedikit. Persiapan lainnya cuman pasang kabel speedometer yang sudah lama putus, kampas rem belakang beserta kabel rem yang dari pertama beli motor (2005) belum pernah diganti, lampu depan yang nyala cuman satu, klakson yang juga tidak ada bunyinya, dan lampu rem belakang. Kasian sekali motor ini. Harap jangan ditiru.


    tanpa mesin

    Tidak ada tambahan aksesoris yang aneh-aneh di Norah. Semuanya serba standar pabrikan, contohnya seperti klakson masih standar yang suaranya ‘cempreng’ bagaikan suara artis sinetron yang mengaku multi talenta dan maksa jadi penyanyi solo. Eeeng Eeeeng.

    Norah sudah sembuh, sepeda motor Yamaha Nouvo Z tahun 2005 ini sudah kembali normal dan siap untuk menjelajah Sumatera. Saya memang tidak mau menambah aksesoris yang aneh-aneh seperti lampu disko psikadelik atau setruman ikan jumbo. Merepotkan! Standar saja sudah cukup kok. Oh iya, saya beli obeng panjangnya sekitar 45cm. Ga tau deh gunanya buat apa. Aksesoris mungkin?



    b. Jasmani dan Rohani.

    “Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, dalam jiwa yang kuat terdapat pemikiran yang jernih”

    Mungkin anda sudah bosan mendengar ungkapan tersebut. Namun, ada benarnya juga. Untuk menjelajahi Sumatera memang diperlukan fisik dan mental yang kuat. Apalagi saya hanya seorang diri dan belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di pulau Sumatera.

    Persiapan yang paling utama adalah berdoa kepada Tuhan, saya rasa masalah doa ini tidak perlu dijelaskan. semua orang sudah pasti tau. Betul?


    mari kita berdoa



    dan tentunya berolahraga biar sehat selalu

    Kemudian, persiapan secara fisik yaitu berolahraga dan menjaga kondisi kesehatan tubuh.(ini juga udah pada tau) Tidak perlu mahal untuk berolahraga di gym. Cukup dengan bersepeda atau lari pagi sambil menghirup udara segar itu sangat menyehatkan dan murah. Banyak cara berolahraga, kembali lagi kepada pribadi masing-masing suka olahraga apa. kesiapan fisik ini sangat menentukan dikarenakan perjalanan jauh seperti yang kita ketahui sangat melelahkan. Selain berolahraga saya juga menyiapkan suplemen makanan berupa multi vitamin dan juga madu untuk menjaga kondisi tubuh. Engga mau kan di tengah perjalanan tiba-tiba terserang flu burung dan harus rawat inap di RS setempat. Dan tentunya perbanyak minum air putih. Begitu kata pak dokter.

    Semua sudah siap, berarti saatnya berangkat! SUMATERA AKU DAAATAANG!.

  6. #6
    Siap siap nyatet... *ngeluarin notes kecil*

  7. #7
    Warga hedonesia's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Palangkaraya, Kalimantan Tengah
    Posts
    45
    Nanti ceritanya disambung lagi ya. terima kasih banyak loh yang sudah baca dan komentar. nanti saya cerita tentang keberangkatan dari Jakarta ke Lampung dengan mengenakan baju batik. yup. saya tidak punya riding gear yang mumpuni selain batik. kenapa harus batik? nanti ceritanya.


    cheers

  8. #8
    Warga bayu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Sidoarjo
    Posts
    61
    mantap ditunggu kelanjutan ceritanya.. *gelar tikar

  9. #9
    Warga biems_kapiten_bajaj's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    26
    hadeh...masih di jkt ceritanya......

  10. #10
    Warga danny225's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Tangerang
    Posts
    51
    lanjutkan om *nongkrong sembari pose baywatch
    Cewe Pinter Pilih Adventurer , Let's Ride Baby
    Yamaha Scorpio Z 2009 (my superpio)

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •