Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958
Trip Penutup Tahun Menyambangi Taman Nasional Meru Betiri
 photo Wall Timeline web forum_zpsokjmdfie.png
Results 1 to 3 of 3

Thread: Trip Penutup Tahun Menyambangi Taman Nasional Meru Betiri

  1. #1

    Trip Penutup Tahun Menyambangi Taman Nasional Meru Betiri

    Jumat 29 Desember 2017 jam 21.30 kami berangkat dari demak dengan tujuan Taman Nasional Meru Betiri yg terletak di wilayah kab banyuwangi dan kab jember. Tuas gas kami putar santai tanpa target waktu sampai. Malam itu perjalanan kami lalui dengan normal. Jam 06.00 kami sampai di mojosari, mojokerto.

    Rasa kantuk dan lapar seakan mengarahkan kami kepada sebuah rumah makan di pinggir jalan, dan ternyata sebetulnya rumah makan itu belum buka. Kami pun memilih menunggu di situ sambil minta ijin ngecharge hp. Jam 7 rumah makan pun buka. Kami sarapan disitu dengan menu soto iga sapi yg menurut kami itu bukan soto, Melainkan sop..

    Ok selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju bangil pasuruan, disana telah menanti salah satu sahabat nusantaride jatim mas Sudirman Rawa Embik dan mempersilahkan kami untuk beristirahat di rumah beliau. Keenakan istirahat membuat kami terlena dan lupa waktu. Jam 4 sore kami baru pamit dari bangil untuk meneruskan perjalanan....

    Perjalanan kami lanjutkan sesuai adat istiadat yg berlaku bagi kami.. Kalo hujan ya berhenti untuk berteduh, Jam setengah sembilan kami sudah masuk dijalan ambulu jember....Kamipun berhenti untuk mengisi perut yg mulai berontak.. Hujan memaksa kami untuk tetap berada diwarung itu sampai jam 11 malam....Setelah hujan reda kami pun melanjutkan perjalanan mencari hotel untuk bermalam.
    Dasarnya kami ini orang baik...Begitu sampe di pom yg sudah tutup (tidak 24 jam) kami bertemu dengan beberapa anak muda yg sedang nongkrong di pom tersebut...

    Kami pun ngobrol banyak tentang meru betiri dengan mereka, mereka menyarankan untuk bermalam dulu sebelum masuk ke meru betiri karena waktu sudah menunjukan jam 1 dini hari. Dan mereka mempersilahkan bermalam di pom yg tutup tersebut, karena salah satu dari mereka adalah pegawai pom tsb. Tawaran yg tidak akan kami lewatkan tentunya daripada tidur di hotel.



    Jarak dari pom ke merubetiri yg tinggal puluhan km membuat kami menuju ke pantai papuma dahulu sebelum ke meru betiri, Setelah puas sarapan dan menikmati pantai papuma kamipun melanjutkan perjalanan menuju taman nasional meru betiri....Ada 2 alternatif tempat ngecamp di meru betiri satu di sukamade (masuk meru betiri via banyuwangi) satunya lagi di pantai bandealit (masuk meru betiri via jember) Kami memilih menuju pantai bandealit mengingat jarak dan medan yg akan kami lalui. jam 2 siang kamipun sampai di pintu gerbang taman nasional meru betiri.



    Setelah membayar tiket Rp. 7.500 perorang dan Rp. 5000 per motor kami mengobrol sedikit dengan penjaga gerbang disana yg bernama Pak Paijan. Motorpun kembali kami starter, menurut informasi dari pak paijan jarak dari pintu gerbang sampai ke pantai cuman 14 km, deket pikir kami, tapi setelah itu pak paijan berkata "biasanya sejam sampe mas".... kamipun mengernyitkan dahi kami.... satu jam??, ga salah nih??? jalannya ga bener ni pasti, pikir kami... sejam buat akamso mungkin jadi 2 jam bagi kami....



    Dan benar saja 100 meter dari pintu gerbang yg menikung jalan makadam menanti kami....2 kali rest kami lakukan karena efek perjalanan selama 2 hari dari demak tenaga kami pun tinggal sisa2. dan benar saja jarak 14 km itu kami lalui selama 2 jam.. jam 4 sore kami masuk diperkampungan sebelum pantai bandealit. Desa andongrejo merupakan desa terakhir sebelum pantai bandealit. kami sempat ngobrol dengan penjaga portal sebelum masuk desa andongrejo, kami sempat bertanya kenapa ini jalan dibiarkan rusak? beliau menjawab "kami sebenarnya sudah mengajukan untuk diaspal, tapi tidak disetujui oleh pihak TN ( Taman Nasional ) untuk alasan sendiri saya tidak banyak bertanya.



    Mungkin lebih baik begitu karena ternyata sepanjang pesisir pantai di meru betiri sampai alas purwo dijadikan daerah konservasi penyu belimbing. pantai yg dijadikan daerah konservasi penyu berada dibalik bukit sebelah pantai bandealit dan hanya bisa diakses dengan jalan kaki. jarak dari andongrejo ke pantai bandealit tinggal 3,5 km.. setelah ngobrol2 dengan penjaga portal ntah siapa namanya saya lupa, kamipun melanjutkan perjalanan medan sudah tidak begitu sulit... sekitar 15 menit kamipun sampai di pantai bandealit....

    Tidak sesepi yg kami bayangkan, sudah ada 2-3 rombongan yg ngecamp disana, kamipun bergegas mendirikan tenda karena cuaca yg masih agak mendung, setelah semua persiapan ngecamp selesai kami sedikit mengeksplore pantai bandealit tsb. semua fasilitas disana sudah tidak dapat digunakan lagi, dari resort dan tempat MCK semuanya tidak bisa digunakan lagi

    Haripun mulai gelap rencana mau masak air buat kopi untuk temen ngobrol semalem pun kandas karena fisik kami yg letih tanpa terasa kamipun tertidur pulas didalam tenda masing2, padahal waktu belum menunjukan jam 9 malam, yak benar malam itu kami tidur di tahun 2017 dan terbangun di tahun 2018.

    Pantai Bandealit tidak seperti yg saya bayangkan sebelumnyaธ udara disini terasa begitu dingin, saya terbangun sekitar pukul 1 pagi karena kedinginan. Sleeping bag yg semula saya pakai untuk bantal akhirnya saya gunakan sebagaimana normalnya fungsi dari sleeping bag tsb.

    Tanggal 1 bulan 1 tahun 2018, jam 6 pagi, kamipun terbangun dari tidur lelap di dalam tenda, rasa lapar yg semula tidak kami rasakan mulai muncul, nesting dan kompor pun kami siapkan, berbekal mi instan 4 bungkus kami masak jadi satu, setelah matang kamipun sarapan bersama dengan alat apa adanya.



    Cuaca yg agak mendung membuat om noveri dan om adie merasa tidak nyaman ketika mereka mencoba mencari foto dengan view yg menarik, dan lagi2 diluar perkiraan kami, semakin siang pantai bandealit semakin ramai manusia mulai dari penduduk sekitar yang memang mata pencaharian mereka selalu melewati pantai tersebut, ditambah wisatawan yg hari itu kebetulan lebih banyak dari biasanya (menurut penjaga pos) mungkin karena tahun baru juga kali ya.....

    Hari semakin siang, kamipun mulai membereskan segala peralatan lenong kami, tak lupa juga sampah2 yang kami hasilkan kami kumpulkan, beruntunglah bagi kami karena disana masih tersedia bak2 ssampah sederhana sehingga kami tak perlu membawa sampah kami untuk dibuang keluar. Tujuan kami untuk bergegas meninggalkan pantai bandealit adalah selain mengejar waktu untuk sampai dirumah, kami lebih ingin menikmati suasana perjalanan dari pantai bandealit sampe ke pintu gerbang meru betiri. Suasana hutan yang masih sangat alami yang sangat sayang untuk kami lewatkan. Masih banyak lutung yang kami temui sepanjang perjalanan pulang kami. Waktu berhenti kami lebih banyak dibanding ketika kami masuk menuju pantai. Kami puaskan dahaga hati kami yang sudah lama tidak menemukan hutan yg masih asri seperti ini.



    Sampai ditengah perjalanan kami menemukan sungai yg airnya jernih dan mengalir deras, kamipin memutuskan untuk istirahat dan mandi disungai itu. Hampir satu jam kami mandi dan bermain air disungai tersebut, terlena akan segarnya air yg mengalir membuat kami lupa bahwa kami harus segera pulang. Setelah selesai mandi kamipun melanjutkan perjalanan, di sepanjang perjalanan kami berjumpa dengan beberapa wisatawan yang menyerah dan memilih untuk putar balik karena medan jalan yg dilalui memang agak beda dari jalan pada umumnya.



    Waktu menunjukan jam 11.30 WIB dan kami telah keluar dari kawasan taman nasional meru betiri, kami sampai diperbatasan desa curah nongko yg merupakan desa terakhir sebelum masuk ke kawasan taman nasional meru betiri, disana ada sebuah warung makan sederhana, kamipun istirahat sekaligus makan siang, dan tak lupa ngecharge hp. Orang2 disini sangat ramah dan terbuka kepada para wisatawan termasuk kami, tanpa sungkan orang yg kami jumpai selalu menawarkan untuk sekedar mampir ke rumahnya. Tak terasa hampir 3 jam kami berada di warung tsb, kamipun akhirnya melanjutkan perjalanan pulang.

    Jalur selatan menjadi pilihan kami untuk pulang, mulai dari Jember, Lumajang, Turen, Kepanjen sampai Blitar. Kamipun sudah janjian untuk mampir dirumah salah satu sahabat Nusantaride yaitu Rizky di kepanjen. Pukul 9 malam kami baru sampai di lumajang, kamipun berhenti di warung makan untuk makan malam. Setelah makan malam kami melanjutkan perjalanan menuju Turen dan Kepanjen. Kami sempat berhenti di jembatan piket nol meskipun sebenarnya kami masih ragu apakah itu benar2 jembatan piket nol karena suasana yg sudah malam dan gelap. Baru keesokan harinya kami tahu kalo itu benar2 jembatan piket nol.

    Sekitar pukul 1 dinihari kamipun sampai di Kepanjen, kami mencoba menghubungi mas rizky yg sebelumnya sudah janjian. Karena mungkin beliaunya sudah istirahat kamipun melanjutkan perjalanan. Sampai di sumber pucung kami berhenti di pom untuk rest, tanpa babibu kamipun segera menata tempat di rest area pom tersebut untuk tidur. Tak terasa hari sudah pagi, kamipun bergegas melanjutkan perjalanan. Melihat dipeta di depan ada waduk kamipun memutuskan untuk mampir di waduk karang kates tersebut. Sekedar sarapan dan mandi kami lakukan di area wisata waduk karang kates. Mas rizky menghubungi saya dan menanyakan lokasi, akhirnya beliau menyusul kami ke waduk karang kates. Waduk karang kates sendiri buka jam 7 dengan harga tiket masuk 12 ribu di hari biasa.

    Selasa 02-01-2018 jam 12.00 WIB kami melanjutkan perjalanan, kali ini kami menuju wlingi dan diteruskan menuju ke wates, kediri, nganjuk, caruban, ngawi dan sragen. Entah kenapa badan kami merasa sangat capek sekali sehingga kami sering berhenti untuk sekedar istirahat. Target untuk bisa sampai dirumah sepertinya mundur dari tgl yg direncanakan. Pukul 12 malam kami baru sampai di sragen. Kami memutuskan untuk tidur di pom yg ada rest areanya setelah beberapa kali masuk pom dan tidak menemukan rest area. Jam 3 pagi kami pun melanjutkan perjalanan dengan rute sragen, masaran, purwodadi, sampai demak/semarang. Jam 6 pagi kami baru sampai toroh purwodadi dan berhenti untuk sekedar ngopi agar tidak ngantuk, jam 6.30 saya memutuskan untuk berpisah dengan om noveri dan om adie dikarenakan jam 7 saya sudah harus sampai di demak. Tepat pukul 7.30 saya sampai di demak dengan selamat. Dan siangnya saya sudah mendapat kabar kalo om noveri dan om adie sudah sampai dirumah dengan selamat pula.

    Rasa syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME yg telah melindungi kami selama perjalanan ini, tak lupa rasa terima kasih kami ucapkan kepada semua sahabat yg telah memberi dukungan baik secara moril ataupun doa.







    Rute Berangkat : Demak – Kudus – Pati – Rembang – Lasem – Tuban – Babat – Ploso – Mojosari – Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember – Ambulu – TN Meru Betiri

    Rute Pulang : Jember – Lumajang – Dampit – Turen – Kepanjen – Wlingi – Kediri – Nganjuk – Caruban – Ngawi – Sragen – Purwodadi – Demak .

    Jarak ฑ1150 KM
    Waktu : 5 Hari
    Konsumsi BBM (Scorpio) : ฑ 38 Liter
    Biaya Total : ฑ Rp. 800.000


    photo : Courtesy of Om Noveri & Om Adie Galeri

  2. #2
    mas pebe baguspebe's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Depok City - still
    Posts
    206
    PERTAMAX diamankan
    Life is too short to ride boring bike

  3. #3

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •