Warning: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in ..../includes/class_bbcode.php on line 2958
NODRNK2017 "pecah bisul"
 photo Wall Timeline web forum_zpsokjmdfie.png
Results 1 to 9 of 9

Thread: NODRNK2017 "pecah bisul"

  1. #1
    Warga
    Join Date
    Jan 2014
    Location
    Sumedang dan bandung
    Posts
    7

    NODRNK2017 "pecah bisul"

    Selamat pagi, siang, sore, malam, kawan-kawan. Posting perdana nih, maaf kalo acak-acakan

    Sudah lama saya merindukan bermotor bareng kawan-kawan Nusantaride, mengingat setelah berkeluarga, surat ijin jadi agak susah diACC, hehehe.

    Kebetulan tanggal yang dipilih untuk acara NODRNK2017 pas untuk dijadikan alasan saya berangkat. "Setelah acara ini, saya langsung menyusul ke Malingping", begitu alasan saya sama istri biar dikasih ijin, hehe. Malingping adalah tempat istri saya menunggu tanggal lahiran putra pertama kami, dia sudah seminggu lebih awal di sana dan saya akan menyusul juga.

    ###berangkat###

    Bersama kawan-kawan dari bandung: Angga, Kang Buyung+ teh Shanty, Kang Ogie+istri, Gobang, Alfian dan Dadang, kami berencana berangkat hari jumat malam mengingat masih ada yang harus bekerja di hari jumat. Kami janjian di daerah timur bandung biar gak perlu bermacet-macet waktu konvoi. Lokasi starting point yang dipilih seperti biasa adalah warung Ade Jaya di Parakanmuncang. Tempat ini memang tempat favorit kami bila akan pergi barengan ke daerah timur. Saya sendiri baru sampai starting point sekitar jam 9. Tak disangka, ketemu juga sama bang Ade Aghaz bersama istri yang lagi istirahat setelah terjebak kemacetan kota bandung. Setelah bercanda, makan malam, dan semua sudah berkumpul kami berangkat jam 10 malam dan saya bersama siMbah diminta untuk jadi group leader (siMbah itu nama motor saya, hehe).



    "Hayuk atuh", kita pamitan dengan kang Ade Genta (pemilik toko Ade Jaya) dan bang Ade Aghaz yang menggunakan mobil, sepertinya bang Aghas masih mau istirahat gara-gara macet. Kami mulai berkonvoi dengan santai sampe tiba2 lampu siMbah mati di tanjakan menuju nagreg. "Haduh ada apa ini?" saya langsung lambaikan tangan biar ada yang ganti posisi paling depan. Kang Ogie untungnya langsung masuk posisi depan, saya teriakin "kelistrikan mati, nanti aja dibenerin kalo udah nyampe". Jadilah saya sampai lokasi gelap-gelapan tanpa lampu.

    Untungnya siMbah masih pake spull AC/DC jadi meskipun kelistrikan mati, mesin masih bisa menyala normal. Sampai di daerah Kadungora, sebelum Garut, saya isi bensin dulu sambil cek "aya naon" dengan siMbah. Klotrak-klotrek sekitar sepuluh menit, akhirnya saya yakin penyakitnya dari spull yang tewas setelah ditest gak ada listrik keluar dari kabel pengisian dan kabel lampu. Teman-teman yang lain agak khawatir juga, tapi saya yakin selama pengapian masih hidup, bisa lah sampe TKP. Tinggal masalahnya gimana caranya biar aman di perjalanan. Untungnya ada teh Shanty yang bawa lampu headlamp tali, cari posisi yang pas di kepala siMbah, dan langsung kita berangkat lagi.

    Selama perjalanan, ternyata headlamp lumayan membantu juga biar kendaraan dari arah berlawanan bisa tetep lihat ada saya terutama kalo lagi nyalip mobil. Tapi untuk lihat jalan, saya masih harus mengandalkan lampu dari motor temen-temen di belakang.

    Selama perjalanan, kami dua kali istirahat, pertama di perbatasan Garut-Tasikmalaya karena panggilan perut dan kedua di Banjarsari karena mata perih akibat ngantuk dihajar tetesan gerimis. Sisa perjalanan Banjarsari-Karapyak saya lanjutkan cuma bareng Gobang. Mungkin yang lain mulai jalan pelan gara-gara ngantuk.

    Sampai di lokasi sekitar jam 3:30, saya dan Gobang ketemu beberapa peserta lain yang sudah sampe duluan, cuma anehnya panitia gak terlihat satu pun. Curiga kita salah lokasi, akhirnya cek ulang koordinat GPS dan ternyata koordinat udah bener. Setelah konfirmasi dengan panitia, ternyata lokasi bergeser dari koordinat semula akibat acara berbarengan dengan komunitas suzuki TS. Setelah sampai di lokasi yang benar, akhirnya rombongan belakang sampai. Kita bongkar tenda dan lanjut istirahat.

    Langit Karapyak 28 Feb 2017
    ###di Lokasi hari pertama###

    Pagi hari diawali panggilan alam saya langsung buru-buru cari toilet, untungnya di pantai Karapyak sudah tersedia fasilitas toilet yang cukup. Cek HP alhamdulillah ternyata ada teman (kang Tedi Rustandi) yang menyusul ke Karapyak dan mau bawain spull untuk siMbah. Cari sarapan dan lanjut tidur. Tidur kali ini untuk ganti tidur semalam, hehe.

    Siangnya saya penasaran untuk mencoba jalur menuju terowongan Wilhelmina setelah dapet cerita kalo kondisi jalannya lumayan menantang. Bersama mas Cundit, Eful, Yudhi Agaustiar+gobang, dan saya yang bonceng Dadang kita sepakat barengan. Sebelum berangkat tiba-tiba bang Joe muhamad dengan Nmax-nya ikut bergabung "wah bakal seru euy". Tanya sana-tanya sini 30 menit akhirnya kita dapat juga starting point jalurnya. Pertama kita melewati terowongan Hendrik dengan panjang sekitar 100m. Jalur masih bisa dilewati dengan mudah karena memang masih digunakan oleh warga sekitar. Dilanjut dengan medan sedikit menanjak dan sedikit basah, Nmax bang Joe mulai kerepotan. Akhirnya dengan bantuan jockey, Nmax berhasil lewat. Selama perjalanan untungnya beberapa kali bertemu warga sekitar jadi bisa tanya-tanya jalur yang benar.


    Terowongan Hendrik



    lupa nama jembatannya, hehe. terlihat mas Cundit sedang meniti jembatan bekas rel


    masih depan jembatan rel


    ceritanya Nmax pakai Jockey dorong

    Akhirnya sampai juga di terowongan Wilhelmina. Dengan panjang 1.208m, ujung terowongan cuma terlihat titik kecil di kejauhan. Kita photo-photo sambil istirahat sebentar dan lanjut masuk ke dalam terowongan. SiMbah yang masih belum nyala lampunya lumayan kerepotan gara-gara jalanan yang gak rata. Sampai pertengahan terowongan, udara mulai dingin dan nafas agak sesak, mungkin jumlah oksigen sedikit berkurang. Sampe di ujung terowongan, akhirnya mulai bisa bernafas lega kembali.

    silakan zoom-in sampe titik putih, itu ujung terowongannya

    Setelah terowongan berhasil ditaklukan, ketemu pertigaan. Menurut Yudhi A dan Eful, kalo lurus nanti ujungnya ke pantai Karang Nini, kalo belok kanan ujungnya ke Karapyak. Kita akhirnya sepakat ambil jalan ke kanan meskipun jalannya lumayan menanjak. "Gilak, nafas gue abis", begitu kira-kira kata bang Joe. Oiya, kita semua lupa bawa bekal air jadi air sungai pun kita terpaksa minum biar gak dehidrasi. Gak lama kita sampai lagi di pantai karapyak, total perjalanan ditambah istirahat sekitar 3 jam.

    Menjelang magrib akhirnya kang Tedi tiba. Langsung peluk cium.. Ehhhh.. Lanjut saya pasang spull di siMbah dan blarrrrr mesin nyala, lampu kembali hidup. HOREEEEE!!!

    Malamnya semua peserta berkumpul bersama mengikuti sesi Ride and Share dari mas Cundit dengan judul ekspedisinya "ekspedisi sunda kecil" dan dilanjut pembagian doorprize. Selesai acara masing-masing peserta kembali ke tenda. Ada yang langsung istirahat ada juga yang lanjut ngobrol sampai pagi.


    Deretan tenda peserta
    ###di Lokasi hari kedua###

    Pagi hari ternyata langsung acara pembagian doorprize,pembubaran acara dan photo bersama. Sedih juga berpisah dengan kawan-kawan Nusantaride, tapi saya yakin kita pasti ketemu lagi di lain waktu dan kesempatan. WASPADALAH!!
    WASPADALAH!!!! hehehe

    Courtesy of Nusantaride.
    ###Pulang###

    Mulai perjalanan pulang, ada yang aneh lagi sama siMbah. Rem depan kurang responsif. Setelah dilihat, kanvas rem depan sudah habiss, bisss.. Karena sepakat pulang lewat jalur selatan, saya putuskan cari kanvas rem di sekitar Cijulang-Parigi. Untungnya GL Pro (siMbah) sparepartnya gampang dicari dan murah meriah. Cukup bayar kanvas 10rb dan pasang sendiri modal kunci T12 perjalanan kembali lanjut. Kali ini saya lagi yang jadi group leader di depan. Disusul Afriza, Kang Buyung, Angga, Dadang, dan Kang Tedy. Teman-teman yang lain berpisah karena masih mau mampir2 ke lokasi lain.

    Di pom bensin Cipatujah, kembali istirahat sambil isi bensin. Lumayan lama kita istirahat, ditambah hujan lebat jadi agak malas untuk mulai lanjut. Gak lama dateng kang Wendy yang sama-sama mau istirahat dan makan siang. Karena hujan mulai reda, kita putuskan untuk lanjut mengingat perjalanan saya masih 350an Km lagi menuju Banten

    Sampai di Pameungpeuk, Garut selatan, saya berpisah untuk melanjutkan perjalanan sendiri menuju Malingping, Banten selatan. Bersalaman satau-satu diiringi doa agar perjalanan dan lahiran putra pertama saya lancar, saya lanjutkan perjalanan ini sendirian.

    Sebetulnya jalur selatan ini sudah pernah saya coba waktu dulu, tapi baru kali ini sendirian. Terakhir saya lewat, jalur rancabuaya-cidaun ada beberapa Km jalan hancur, tapi sekarang sudah dibeton. Jalan rusaknya masih bisa saya hajar 60-70Kpj jadi masih terbilang cukup bagus meskipun tak mulus. Sampai di Sindangbarang, Cianjur selatan hujan mulai melebat, saya putuskan pakai jas hujan sampai perkebunan Agrabinta, Sukabumi. Terakhir kali lewat sekitar setahun lalu, jalanan Agrabinta juga masih hancur tapi sekarang sudah dibeton dan diaspal. Justru yang saya kecewa dari Agrabinta-Surade sampai Pelabuhan ratu banyak aspal terkikis atau bahkan rusak jadi perjalanan kurang bisa dinikmati.

    Sekitar jam 8 malam, panggilan perut sudah gak bisa dikompromi. Di Cimaja, Pelabuhanratu saya mampir ke warung nasi goreng, update2 status, kabar2 di whatsapp dan lanjut menuju sawarna.

    Untuk jalur Pelabuhanratu-Sawarna sebetulnya sudah sering saya lewat siang atau pun malam, hanya kali ini cuma sendiri. Agak khawatir juga tiba2 lampu mati seperti di nagreg. Tapi Bismillah saya lanjut saja jalan kebut. Setiap kali ada yang putih2 di hutan, langsung saya tengok dan alhamdulillah cuma pohon. Memang kebiasaan saya kalo jalan sendiri, begitu terasa seperti ada "jurig", langsung saya tengok biar gak penasaran. Saya gak mau selama perjalanan mikirin sesuatu yang sebenernya gak saya lihat tapi saya takut.

    Masuk daerah rawan begal di Cibobos, antara Bayah-Malingping saya lebih percepat laju siMbah. Untungnya masih banyak truk jadi gak terlalu khawatir. Ditambah jalan yang sudah bagus, perjalanan Pelabuhanratu-malingping cuma makan waktu 2 jam saja. Sampai di malingping, disambut senyuman istri dan lanjut... Ahhh sudah lah.. Biar saya saja yang tau..


    ###TAMAT###
    Last edited by adhidaska; 01-02-17 at 18:40.

  2. #2
    Lheebb kaka....😂👍

  3. #3
    Warga
    Join Date
    Jan 2014
    Location
    Sumedang dan bandung
    Posts
    7
    Quote Originally Posted by Amir Fabhiantarajo View Post
    Lheebb kaka....����
    hehehehe tengkyuh jempolnyah

  4. #4
    Wah group ngebuters nih

  5. #5
    Warga
    Join Date
    Jan 2014
    Location
    Sumedang dan bandung
    Posts
    7
    Quote Originally Posted by Wendy Siswandy View Post
    Wah group ngebuters nih
    bakakakak.. Ngebut dari mana?

  6. #6
    RT bambangsastro's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Sumatera
    Posts
    271
    sampai ketemu lagi kakak

  7. #7
    josslah mantep

  8. #8
    Warga mnshahensah's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    Jakarta
    Posts
    83
    Makleb tenan
    @mnshahensah
    INDONESIA MOTORIDE

    Hanya ingin menjelajahi ciptaan Tuhan

  9. #9
    RT baguspebe's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    Depok City - still
    Posts
    202
    MaknyeeeeeBH
    Life is too short to ride boring bike

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •