photo Wall Timeline web forum_zpsokjmdfie.png
Results 1 to 4 of 4

Thread: Tips dan Panduan Riding Gear Untuk Keselamatan Bersepeda Motor

  1. #1
    Warga
    Join Date
    Oct 2013
    Location
    Cinere
    Posts
    29

    Tips dan Panduan Riding Gear Untuk Keselamatan Bersepeda Motor

    Kali ini ijinkan newbie berbagi sedikit tips dan panduan keselamatan bersepedamotor, berdasarkan apa yang newbie pernah pelajari, alami dan juga kutip dari berbagai sumber.

    Newbie alhamdulillah sudah pernah merasakan crash dalam kecepatan lumayan, dan alhamdulillah selamat yang selain karena pertolongan Allah, juga karena memakai riding gear yang baik secara benar....

    Crash Helmet (Helm)

    Mungkin piranti keselamatan bersepeda motor yang terpenting adalah helm. Helm berfungsi melindungi kepala kita saat insiden jika terjadi benturan. Dan kepala kita berisi organ tubuh terpenting yaitu otak. Kecacatan dan kematian terjadi pada saat otak mengalami gangguan, dan cidera kepala adalah salah satu risiko terbesar yang dihadapi para pengguna sepeda motor.

    Sesuai fungsinya, helm dirancang untuk dapat mengurangi risiko cidera pada kepala semaksimal mungkin. Namun demikian pemakaian helm dengan baik dan benar tidak menjamin bahwa seorang pengguna sepeda motor (rider) pasti selamat dari cidera kepala jika terjadi kecelakaan. Oleh karena itu, selalu ingat untuk berkendara secara hati-hati. Hindarilah terjadinya kecelakaan.

    Bagaimana cara memilih helm yang baik? Secara umum, syarat sebuah helm yang baik adalah:

    1. Berukuran pas, sesuai dengan ukuran kepala kita. Helm yang terlalu sempit akan tidak nyaman digunakan, dan helm yang terlalu besar akan berkurang fungsinya bahkan bisa membahayakan. Saat memilih untuk membeli helm, pastikan untuk mencoba beberapa model dan ukuran sampai mendapatkan ukuran yang benar-benar tepat. Bentuk rongga kepala pada helm secara umum ada dua (2) macam, sesuai bentuk kepala pada umumnya, yaitu ada yang berbentuk lonjong (oval), dan ada yang bulat (round). Jangan paksakan membeli helm yang tidak sesuai ukurannya, karena kenyamanan pemakaian dan fungsi helm akan menurun. Helm yang pas di kepala, saat dipakai dan diikat talinya (chin strap) akan:

    a. Nyaman, tidak terasa terlalu menekan bagian kepala dan telinga;

    b. Tidak bisa bergeser (untuk ini coba geser helm ke kiri dan ke kanan serta ke atas dan ke bawah saat mencoba. Jika helm bisa bergeser banyak, bahkan berputar, berarti ukuran yang dipilih terlalu besar);

    2. Memiliki sertifikasi industri yang baik seperti DOT, Snell, ECE dan SNI:

    a. DOT adalah singkatan dari Department of Transportation, lembaga perhubungan di Amerika Serikat yang juga melakukan standarisasi keselamatan berkendara, termasuk pada piranti seperti helm.

    b. Snell adalah sertifikasi helm yang diterbitkan oleh Snell Memorial Foundation yang berpusat di Amerika Serikat. Sertifikasi Snell memiliki standar keselamatan yang jauh lebih tinggi dari DOT karena mengacu kepada standar perlombaan balap sepeda motor. Di Amerika Serikat, sertifikasi DOT adalah suatu kewajiban, sementara Snell adalah opsi pilihan. Helm-helm bersertifikasi Snell pasti juga bersertifikasi DOT. Oleh karena itu tidak jarang kita melihat helm yang memiliki stiker DOT dan Snell.

    c. ECE adalah Economic Commission for Europe, sebuah komisi industri seperti SNI yang menerbitkan standar industri. Sertifikasi ECE pada helm memiliki standar yang jauh lebih ketat dibandingkan DOT maupun Snell, dan pada saat ini dianggap sertifikasi helm yang tercanggih di seluruh dunia. Helm-helm yang telah bersertifikasi DOT bahkan Snell, belum tentu bisa lolos dalam sertifikasi ECE. Untuk dapat memperoleh sertifikasi ECE, para produsen helm harus membuat produk yang memenuhi kriteria uji sangat ketat, melebihi standar Snell yang sudah jauh lebih tinggi dari standar DOT.

    d. SNI atau Standar Nasional Indonesia adalah sertifikasi produk sesuai dengan standar industri Indonesia. Untuk standarisasi helm, SNI mengacu kepada standar internasional seperti yang diterapkan oleh DOT. Standar DOT boleh dikatakan saat ini merupakan standar minimum uji keselamatan helm bagi pengendara sepeda motor. Selama mengikuti standar ini (termasuk SNI), maka sebuah helm layak digunakan untuk berkendara sehari-hari dan akan memberikan perlindungan yang cukup baik.

    e. Selain DOT, Snell, ECE dan SNI, terdapat beberapa standar lain seperti Crash di Australia dan Sharp yang dikenal di Inggris. Untuk di Indonesia, pilihlah yang minimal sudah memenuhi SNI, dan jika memang memiliki dana lebih, silahkan memilih helm yang selain berlabel SNI juga memiliki label DOT, Snell, ataupun ECE.

    3. Model helm yang sesuai. Helm secara umum terdiri dari model full face, open face, modular, half helmet dan off-road/motocross:

    a. Helm jenis full face memiliki perlindungan yang terbaik karena melindungi seluruh bagian kepala dan wajah, termasuk dagu dan rahang pengguna sepeda motor. Kelebihan ini membawa konsekuensi bahwa pemakaian helm jenis ini, khususnya di negara tropis seperti Indonesia, terasa panas. Namun jangan khawatir, lebih penting terasa sedikit panas tapi lebih aman, dan pada helm-helm masa kini biasanya tersedia sarana ventilasi untuk mengurangi suhu di dalam helm pada saat cuaca terik dan panas.

    b. Helm jenis open face atau wajah terbuka, dikenal juga sebagai helm 3/4, sebagaimana sebutannya, adalah helm yang pada bagian wajah terbuka atau tidak memiliki pelindung. Helm ini lebih nyaman dipakai di lalu lintas perkotaan yang sering macet, karena memberikan perlindungan kepada bagian kepala meskipun tidak terlalu melindungi wajah. Yang jelas pemakaian helm jenis ini akan terasa lebih sejuk dibandingkan helm full face.

    c. Helm jenis modular adalah bentuk pengembangan teknologi modular dimana sebuah helm full face dapat setiap saat dirubah bentuknya menjadi open face dengan melepas bagian pelindung dagu (chin guard) dari badan helm, atau dengan mekanisme pemutar bagian chin guard ini ke bagian atas helm saat diinginkan.

    d. Helm jenis half helmet atau helm separo adalah jenis helm yang hanya memiliki bagian pelindung batok kepala, tanpa pelindung wajah maupun pelindung bagian batok kepala ke bawah (mulai telinga hingga bagian rahang belakang. Helm jenis ini sering dipakai oleh penggemar tertentu, namun perlindungan yang diberikan sangat minimum, bahkan tidak memenuhi standar DOT. Di Amerika Serikat dan Eropa pemakaian helm jenis ini sangat tidak disarankan.

    e. Helm off-road/ motocross dan supermoto adalah salah satu jenis helm yang sedang nge-trend saat ini dan banyak terlihat digunakan oleh para pengendara sepeda motor di kota-kota besar Indonesia. Helm jenis ini termasuk kategori full face dan memiliki perlindungan yang baik serta lebih sejuk dibandingkan full face. Namun demikian helm jenis ini tidak dirancang untuk berkendara pada kecepatan tinggi, karena salah satu cirinya adalah memiliki visor/ tudung di bagian kepala yang tujuannya untuk melindungi wajah dari cipratan tanah atau lemparan partikel jalan dari pengendara lain ketika dipakai off-road. Visor ini pada kecepatan tinggi akan menahan gerakan angin yang menerpa bagian wajah, dan mengurangi aerodinamika helm dengan efek helm akan terasa terangkat-angkat di bagian depan oleh angin. Umumnya helm off-road dirancang untuk kecepatan maksimal 80kpj, meskipun pada beberapa jenis helm khusus supermoto ada juga yang memiliki speed rating di atas 100kpj.

    f. Pilihlah jenis helm yang sesuai dengan jenis berkendara kita.

    4. Jangan lupa, untuk mengikat tali dagu (chin strap) helm dengan baik. Pemakaian chin strap yang longgar dapat berakibat helm terlepas dari kepala saat anda terpental atau terjatuh dari sepeda motor. Untuk mengukur seberapa ketatnya chin strap saat berkendara sehari-hari, ikatkan chin strap sesuai model penguncinya, kemudian selipkan telunjuk di antara dagu dan chin strap. Jika masih terdapat ruang untuk memasukkan lebih dari 1 jari, maka chin strap anda masih terlalu longgar, ketatkan lagi.

    5. Jangan lupa, jika sebuah helm pernah mengalami benturan keras atau terlihat mengalami cacat seperti retak, sebaiknya tidak dipakai lagi. Mungkin inilah saatnya membeli helm yang baru. (Helm Nolan N44 saya baru tampak cracked/ retak secara visual sekitar 1 bulan setelah crash....)

    Helm yang baik dan berkualitas pasti harganya tidak murah. Namun sebaiknya jangan pelit untuk membeli helm yang baik dan berkualitas, karena cidera pada kepala akan berakibat jauh lebih mahal bagi hidup anda dan keluarga. Ingat, selain memakai piranti pelindung yang baik dan berkualitas, berkendaralah dengan hati-hati dan senantiasa berupaya menghindari terjadinya kecelakaan. Upaya ini jauh lebih penting dibandingkan peranan sebuah helm dalam menjamin keselamatan kita terhadap risiko cacat tubuh atau kematian akibat sebuah kecelakaan sepeda motor.


    Riding Jacket (Jaket), Pants (Celana) dan Gloves (Sarung Tangan)

    Kita tentunya tidak asing dengan penggunaan jaket, celana dan sarung tangan saat bersepedamotor. Selain untuk membantu memberikan kehangatan dan kesejukan dari terpaan cuaca, jaket dan celana riding juga merupakan pakaian fashion yang membantu menambah daya tarik gaya penampilan pemakainya. Bagi pengguna sepeda motor, memakai jaket sudah hampir menjadi suatu kebiasaan jika bukan keharusan. Umumnya di Indonesia pemakaian jaket oleh pengguna sepeda motor adalah untuk melindungi diri dari terpaan angin dan sengatan sinar matahari.

    Khusus bagi pengguna sepeda motor, dikenal apa yang disebut sebagai Riding Jacket, Riding Pants, dan Riding Gloves atau jaket, celana dan sarung tangan khusus untuk berkendara sepeda motor. Apa sih yang membedakan sebuah riding jacket, riding pants dan riding gloves dengan jaket, celana dan sarung tangan biasa?

    Saya akan mengajak anda kembali berkenalan dengan risiko bersepeda motor. Yang jelas, karena roda sepeda motor hanya dua, maka salah satu risiko bersepeda motor adalah terjatuh. Pada saat kita mengalami insiden sepeda motor dan terjatuh di jalan, yang hampir pasti terjadi adalah gesekan antara tubuh kita dengan jalanan. Bayangkan anda sedang berkendara sepeda motor pada kecepatan 30 – 40 kpj saja, kemudian karena sesuatu hal seperti ada pasir atau kerikil di tikungan, atau ada kucing mendadak menyeberang sehingga anda harus mengerem mendadak, tergelincir dan akhirnya motor terjatuh, apa yang terjadi? Tubuh anda kemungkinan masih akan meluncur di jalanan, karena gaya gravitasi dan percepatan bekerja terhadap bobot tubuh anda, ditambah anda mungkin masih memegang handle sepeda motor dimana bobot sepeda motor yang cukup berat membuat percepatan akibat gravitasi lumayan besar, maka anda terseret oleh sepeda motor anda tersendiri.

    Bagi yang pernah mengalami terjatuh seperti ini pasti masih bisa membayangkan seperti apa lupa yang terjadi akibat gesekan antara tubuh kita dengan aspal. Padahal ketika insiden itu terjadi, pengendara sepeda motor dimaksud memakai misalnya jaket dan celana jeans! Loh kok tetap terluka?

    Yang membedakan antara jaket dan celana biasa seperti jeans dengan jaket dan celana khusus untuk riding adalah kekuatan materialnya untuk melindungi tubuh kita terhadap gesekan (abrasi). Ya, luka abrasi atau luka akibat gesekan antara tubuh dengan jalanan adalah jenis luka yang lazim terjadi pada kecelakaan sepeda motor. Salah satu perlindungan tubuh yang terpenting saat berkendara sepeda motor adalah melindungi diri dari luka abrasi ini, karena bagaimanapun juga suatu luka atau perdarahan dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius. Jangan lupa, lingkungan dimana anda dapat terjatuh bukanlah lingkungan yang steril dari kuman maupun partikel lain seperti serpihan kaca, pasir, kerikil, serpihan logam tajam dan sebagainya.

    Tanpa perlindungan yang baik, saat terjatuh dan terjadi gesekan (terutama di aspal), maka jaket dan celana jeans yang kita pakai akan tercabik-cabik, kemudian selanjutnya kulit kita berhadapan dengan aspal dan segala material yang ada di atasnya, dan terjadilah luka abrasi yang pedih, dengan berbagai kotoran dan kuman-kuman yang akan menempel dan masuk di luka. Belum lagi luka yang lebih serius karena kebetulan di aspal itu terdapat pecahan kaca, kerikil dan benda lainnya, hiiii... Luka abrasi pada bagian telapak tangan sembuhnya lama, bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan. Bayangkan jika telapak tangan anda terluka, banyak hal yang tidak bisa anda lakukan menggunakan tangan dengan nyaman dalam waktu 3 – 6 bulan! Sungguh mengerikan! Ya, terjadinya luka atau perdarahan jauh lebih serius dibandingkan tulang patah akibat kecelakaan sepeda motor! Ibaratnya, tulang patah itu jamak, tapi luka yang terjadi merupakan cidera serius yang bisa menyebabkan infeksi parah, amputasi, hingga kematian!

    Jaket, celana dan sarung tangan khusus untuk riding dirancang dan dibuat dengan menggunakan material khusus yang akan melindungi kita dari terjadinya luka akibat gesekan. Jenis material yang umum dipakai terdiri dari jenis kulit maupun tekstil seperti bahan jenis Cordura Ballistic Nylon (600 – 1000 denier) maupun material canggih seperti kevlar. Jenis-jenis material ini tentunya tidak murah, dan karenanya para produsen merancang produknya sedemikian rupa menggunakan kombinasi beberapa jenis bahan dalam satu produk. Pada bagian yang rawan gesekan diberikan material yang lebih kuat, dan pada bagian yang lebih aman biasanya diberikan material yang lebih ringan. Sebagai contoh, pada riding jacket umumnya di bagian lengan sebelah luar (siku), bahu dan punggung akan menggunakan material khusus seperti kulit atau cordura 800 – 1000 denier, sementara pada bagian lainnya bisa menggunakan bahan cordura yang lebih ringan/ tipis (600 – 800 denier). Untuk celana, bagian yang perlu dilindungi dari gesekan terutama adalah pada bagian bokong, panggul, kaki bagian depan, lutut dan bagian paha. Bagian-bagian tersebut dibuat dengan menggunakan material kulit atau cordura dari kelas ketahanan gesekan tinggi (ukuran 800 – 1000 denier). Untuk material kulit, yang terkenal kekuatannya dan tergolong klasik adalah yang terbuat dari kulit hewan kangguru.

    Sarung tangan khusus sepeda motor umumnya terbuat dari bahan kulit di bagian telapak tangan, atau campuran kevlar dengan cordura. Pada bagian punggung tangan bisa terbuat dari kulit atau bahan cordura.

    Pada bagian-bagian tertentu dari jaket dan celana khusus untuk riding ini juga biasanya dipasang bantalan (padding) yang membantu menyerap akibat benturan dan mengurangi cidera seperti kemungkinan patah tulang ataupun dislokasi. Bagian-bagian yang dipasangi padding ini sesuai standar untuk jaket adalah pada bagian lengan bawah, bahu, dada dan punggung. Bagian-bagian tubuh ini adalah bagian yang rawan cidera saat terjadi kecelakaan. Sedangkan pada bagian celana, padding biasanya terdapat pada bagian panggul dan lutut. Padding ada yang terbuat dari busa khusus, kevlar, hingga titanium. Padding ini secara internasional standarnya mengikuti standar Eropa (European Standard) yang dikenal dengan logo CE. Standar untuk padding yang digunakan secara umum pada saat ini yaitu EN 1621-1:2007 dan EN 1621-2:2003.

    Saat ini juga tersedia jaket canggih yang menggunakan sistem kantong udara (air bag) di dalamnya. Kantong udara akan mengembang secara otomatis saat pemakai terjatuh dan terpisah dari sepeda motor, dan kantong udara ini akan melindungi tubuh mulai dari bagian perut, dada hingga punggung.

    Pakaian pelindung yang baik harganya tidak murah. Namun mengingat risiko yang mungkin terjadi saat kita berkendara sepeda motor, tidak ada salahnya menabung untuk membeli pakaian pelindung tubuh yang baik demi kebaikan kita sendiri.

    Sekali lagi, meskipun kita telah memakai seluruh pakaian pelindung, tidak ada jaminan 100% kita aman atau selamat dalam suatu kecelakaan. Untuk itu lebih baik mengantisipasi risiko dengan cara berkendara secara aman serta memakai helm, pakaian pelindung, serta sepatu yang sesuai.


    Riding Boots (Sepatu Bot) dan Body Armor (Pelindung Tubuh)

    Jangan pernah bersepeda motor tanpa mengenakan sepatu! Ya itulah kalimat yang selalu saya sampaikan kepada orang-orang yang saya kenal dan terlihat bersepeda motor tanpa memakai sepatu. Kaki termasuk salah satu organ terpenting tubuh kita. Bayangkan jika kesehatan kaki kita terganggu, betapa sulitnya hidup ini. Sulit untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, belum lagi jika dipadukan dengan rasa nyeri yang timbul jika kaki kita digerakkan. Oleh karena itu, sayangilah kaki kita, pakailah sepatu saat berkendara.

    Seorang teman istri saya terpaksa mengalami amputasi pada kedua kakinya. Kejadiannya sebenarnya cukup sederhana. Teman istri saya ini bermaksud pergi ke sebuah mini market di dekat rumahnya, dan karena dekat maka beliau berangkat menggunakan sepeda motor matic miliknya. Jarak dari rumah ke mini market tersebut tidak lebih dari 300 meter. Dan karena jarak yang mungkin hanya perlu ditempuh dalam setengah menit itu beliau berangkat hanya memakai sandal, tanpa helm, sarung tangan maupun perlengkapan pelindung lainnya. Dasar apes, malang tak dapat ditolak, sesaat setelah keluar rumah beliau harus melakukan putaran (u-turn), dan bang! Sebuah truk mini menyenggol bagian belakang sepeda motornya yang membuat beliau dan sepeda motornya terpental. Untung kepalanya tidak terbentur aspal atau trotoar! Akan tetapi ternyata kedua kaki beliau terhimpit oleh sepeda motornya sendiri (yang beratnya kurang dari 100 kg). Kedua pergelangan kakinya terluka, dan beliau harus dipapah untuk dapat berdiri. Keluarganya langsung membawanya ke rumah sakit, dan kabar mengerikan pun disampaikan oleh dokter spesialis yang menangani. Karena lukanya cukup dalam (seperti teriris dek sepeda motor), maka harus segera di amputasi! Dan akhirnya amputasi itu harus dilakukan. Sungguh menyedihkan.

    Beberapa waktu yang lalu juga di depan mall Pondok Indah saya menyaksikan sendiri seorang ibu yang mengalami kecelakaan sepeda motor. Sebuah kecelakaan tunggal yang membuat sang ibu dan sepeda motornya terpental. Saya sempat membantu, dan mendapatkan jari kelingking kaki sang ibu ternyata patah saat terjadi benturan dengan aspal. Ya, ibu itu hanya memakai sandal. Saya sempat tanya kenapa kok ibu tidak pakai sepatu (dan helmnya juga terpental karena tidak diikat), jawabnya: “saya cuma pergi dekat saja kok pak ke situ…” Nasib!

    Menurut data dari US National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), kejadian kecelakaan sepeda motor adalah 72 kali per 100.000 sepeda motor/ pengendara. Sebuah angka probabilitas yang sangat besar! Perbandingannya, kecelakaan yang dialami pengendara mobil adalah 13 kejadian per 100.000 mobil. NHTSA juga melakukan identifikasi bagian tubuh pengendara yang sangat perlu dilindungi, dan pemakaian sepatu untuk melindungi kaki menduduki urutan kelima, setelah pentingnya memakai helm, pelindung punggung, memakai jaket, memakai pelindung panggul, dan kemudian pemakaian sepatu bot. Sementara data dari rumah sakit di Inggris menyatakan bahwa 19% korban kecelakaan sepeda motor mengalami cidera parah pada bagian kaki dan pergelangan/ mata kaki, dengan jenis cidera tulang remuk.

    Melindungi kaki mulai dari mata kaki/ pergelangan sangatlah penting bagi pesepedamotor. Pengendara sepeda motor sangat dianjurkan memakai sepatu bot yang melindungi kaki mulai dari titik pergelangan hingga keseluruhan kaki. Saat terjadi kecelakaan, kaki cenderung terhimpit kesamping, dan untuk melindungi dari cidera parah maka diperlukan sepatu dengan sol yang kuat untuk dapat menahan himpitan. Antara sepatu dan solnya juga sebaiknya dijahit agar jika terjadi abrasi tidak terlepas solnya.

    Pemakaian safety shoe dengan besi pelindung jari yang lazim dipakai pekerja proyek sebetulnya tidak disarankan bagi motoris. Dalam kondisi umum memang sepatu jenis ini akan memberikan perlindungan yang cukup, namun besi pelindung jari juga dapat memotong jari kaki kita dalam situasi kecelakaan yang lain. Apalagi hanya memakai sepatu bot pelindung hujan! Sungguh sangat berisiko, karena tidak memiliki kemampuan melindungi kaki dari abrasi dan himpitan!

    Bagaimana memilih sepatu yang baik untuk bersepeda motor? Cukup sederhana kok, yaitu:

    1. Yang pasti ukurannya harus pas, nyaman dipakai. Jangan terlalu sempit maupun terlalu longgar;
    2. Memiliki pengikat yang kuat, bisa zipper atau tali. Jika tali dan anda memakai sepeda motor non-matic, pastikan talinya tidak tersangkut ke tuas rem ataupun tuas pemindah gigi pada sepeda motor;
    3. Cukup fleksibel, jangan pilih sepatu yang terlalu kaku karena kaki perlu mengoperasikan tuas pemindah gigi dan rem;
    4. Melindungi pergelangan dan mata kaki.

    Untuk bersepedamotor sehari-hari ke tempat kerja atau sekolah mungkin tidak perlu memakai riding boots yang dirancang khusus untuk pengendara motor layaknya untuk touring. Yang penting adalah bahwa sepatu/ pelindung kaki yang dipakai memiliki bahan yang cukup kuat, sol yang tidak licin dan kuat, serta melindungi pergelangan dan mata kaki. Ini jauh lebih aman dibandingkan hanya memakai sandal atau sepatu kets. Jika kebetulan memiliki dana ekstra, upayakanlah untuk membeli sepatu khusus untuk bersedamotor atau riding boots.

    Body Armor (Pelindung badan)

    Perlengkapan pelindung tubuh yang berikutnya (dan mungkin terakhir) adalah body armor atau pelindung badan. Body armor adalah sebutan untuk piranti pelindung tubuh yang terpisah seperti pelindung lutut dan kaki (knee protector), pelindung siku (elbow protector), pelindung dada dan punggung (chest and back protector), serta penopang leher (neck brace/ HANS – Head and Neck Support).

    Bikers pasti sering melihat pengendara sepeda motor yang menggunakan berbagai body armor ini. Biasanya ini ciri khas biker yang sedang melakukan touring, yaitu terlihat memakai pelindung lutut dan siku. Sistem pelindung seperti ini adalah salah satu pilihan yang baik bagi setiap pengendara sepeda motor karena tergolong praktis, fungsional dan harganya terjangkau. Saya sendiri lebih memilih memakai body armor terpisah ini saat touring ke daerah yang panas, sehingga pelapis luar cukup memakai jersey karena saya pasti kepanasan jika memakai jaket. Akan tetapi mengingat risiko luka abrasi yang sangat mungkin terjadi, saya memakai upper body armor yang memberikan perlindungan cukup luas terhadap risiko abrasi saat terjadi kecelakaan.

    Yang penting diingat, pemakaian body armor (sebetulnya disini lebih dikenal dengan sebutan body protector ya?) harus dengan cara yang benar. Salah satunya adalah pemakaian body protector adalah langsung menempel di badan kita, bukan di atas pakaian utama. Umumnya kita lihat body protector dipakai di atas jeans atau jersey, ini adalah cara yang tidak tepat. Memakai body protector dengan benar artinya ya body protector itu akan tidak terlihat dari luar. Body protector berfungsi melindungi badan kita dari risiko cidera, bukan melindungi pakaian kita. Jika kita memakai body protector diluar, maka saat terjadi kecelakaan besar kemungkinan body protector ini akan bergeser dari posisi yang seharusnya saat terjadi kecelakaan, sehingga fungsi perlindungannya hilang. Sedangkan jika dipakai langsung di atas kulit, dan kemudian ditutup lagi oleh pakaian luar, maka kalaupun pakaian luar kita tercabik-cabik saat kecelakaan body protector akan tetap diam di tempatnya dan melindungi bagian tubuh kita dari cidera yang parah.

    Dalam memilih body armor/ body protector, pastikan bahwa:

    1. Ukurannya sesuai dan memiliki sistem pengikat yang baik sehingga tidak mudah bergeser;
    2. Memiliki kelenturan yang baik sehingga badan kita tetap masih dapat bergerak secara fleksibel untuk mengontrol sepeda motor;
    3. Memiliki lapisan bantalan yang nyaman dan dapat dicuci, karena body protector pasti akan terkena keringat kita sendiri dan sebaiknya dicuci agar tidak menimbulkan gangguan pada kulit.

    Keselamatan adalah pilihan. Orang lain tidak bisa mengukur seberapa kita mementingkan keselamatan, dan kitapun tidak bisa menentukan kapan risiko akan menjadi kenyataan. Jika risiko sudah diketahui, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah melakukan antisipasi sebaik mungkin. Risiko kecelakaan pada pengendara sepeda motor sangatlah besar, oleh karena itu mari kita senantiasa berhati-hati dalam berkendara, dan pentingkan pemakaian perlengkapan keselamatan, perlengkapan perlindungan diri yang terbaik yang bisa kita miliki.

    Mari menjadi rider yang aman, ride safely all the time.

    Semoga bermanfaat, mari kita diskusikan bersama

    Salam,
    rendra
    No matter where you're going, you'll face the same wind
    Kawasaki KLX300LV-AT
    www.indonesiabiketour.com

  2. #2
    RT jendral pzoo's Avatar
    Join Date
    Apr 2012
    Location
    banten
    Posts
    177
    mantaaab...

    diperhatikan....


    he...he,...he...
    salam jelajah
    Mari kita berbagi pesona indah nya alam indonesia....

  3. #3
    Warga
    Join Date
    May 2016
    Location
    Pamulang 2, Tangerang selatan
    Posts
    4
    penjelasn yang sangat menarik. dan ilmu baru bagi saya.
    #belanjaah

  4. #4
    panjanggggg :v

Tags for this Thread

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •